Office Channelling Syariah 2007 Diprediksi Tumbuh 200% Lebih
Jumat, 22 Sep 2006 15:22 WIB
Jakarta - Pertumbuhan bank syariah melalaui office channelling akan mengalami puncaknya pada tahun 2007. Kenaikannya diperkirakan lebih dari 200 persen. Office Channelling adalah penggunaan kantor bank umum (konvensional) dalam melayani transaksi-transaksi dengan scheme syariah, dengan syarat bank bersangkutan telah memiliki unit usaha syariah."Peningkatannya yang pasti diatas 200 persen untuk peningkatan office channelling pada 2007," kata Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Wahyu Dwi Agung.Hal itu disampaikan Wahyu disela acara pemaparan hasil riset MC Consulting tentang bank syariah, di Hotel Bumikarsa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (22/9/2006). Menurut Wahyu, masa satu tahun cukup untuk perbankan syariah mempersiapkan diri baik SDM maupun teknologi informasinya.Wahyu menilai, kebijakan office channelling yang diluncurkan BI pada tahun 2006 tidak serta merta dapat langsung diterapkan oleh perbankan yang memiliki unit syariah."Sebuah policy pertama-tama itu diterima, dikunyah lalu ditelan itu persepsinya," kata Wahyu menggambarkan perlunya waktu bank syariah untuk office channelling.Peningkatan office channelling di tahun 2007, menurut Wahyu, didasarkan atas rencana dari sejumlah bank yang akan membuka office channelling. Bank-bank tersebut antara lain, Bank Niaga, Bukopin, BRI, BTN dan Bank Mega.Sementara pada tahun 2006 baru dua bank yang membuka office channelling di cabang-cabangnya yakni Bank Permata Syariah dan BNI Syariah.
(ir/qom)











































