2 Dirut Mundur, Khazanah Diduga Percepat Merger Niaga-Lippo

2 Dirut Mundur, Khazanah Diduga Percepat Merger Niaga-Lippo

- detikFinance
Rabu, 27 Sep 2006 11:50 WIB
Jakarta - Perusahaan top asal Malaysia, Khazanah Berhad yang memiliki Bank Lippo dan Bank Niaga secara hampir bersamaan ditinggalkan dua dirut di banknya tersebut.Setelah Jos Luhukay mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Presdir Bank Lippo pada 14 September lalu, kalangan perbankan dikejutkan lagi dengan kabar Dirut Bank Niaga Peter B Stok yang akan mundur.Pelaku pasar menduga kemunduran dua pucuk eksekutif di bank milik Khazanah itu, sebagai sinyal makin kuatnya rencana merger Bank Lippo dan Bank Niaga."Mundurnya dua pimpinan bank itu semakin memperkuat dugaan Khazanah mempercepat konsolidasi dua banknya yang ada di Indonesia," kata pengamat pasar modal, Edwin Sinaga, Rabu (27/9/2006).Diakui Edwin, selama ini pelaku pasar memang tengah memantau aksi korporasi kedua bank tersebut dalam mempersiapkan persyaratan Arsitektur Perbankan Indonesia (API) 2009."Memang paling bagus dua bank itu merger, jadi akan semakin kuat dan bisa melakukan efisiensi besar-besaran," tutur Edwin.Namun Edwin mengaku sulit menerka alasan mundurnya kedua eksekutif bank tersebut. Apakah karena ketidakcocokan dengan pemilik atau alasan pribadi.Berbeda dengan berita mundurnya Jos Luhukay yang langsung dikonfirmasi oleh Bank Lippo, rencana lengsernya Peter B Stok masih belum berani dipublikasikan oleh Bank Niaga.Dalam suratnya ke Bursa Efek Jakarta (BEJ), Selasa (26/9/2006), Corporate Secretary Bank Niaga Rizky P Hasan, hanya mengatakan munculnya pemberitaan mundurnya Peter B Stok bukan resmi dari Bank Niaga.Namun dalam suratnya itu, pihak Bank Niaga tidak membantah atau membenarkan pemberitaan mundurnya Peter B Stok. Bankir senior bernama lengkap Peter Benyamin Stok ini menjabat Dirut Bank Niaga sejak 29 Juni 2000.Khazanah memiliki saham di Bank Niaga melalui Bumiputra Commerce Holdings sebesar 61 persen. Sedangkan kepemilikan di Bank Lippo melalui Santubong Investment mencapai 87,52 persen. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads