BI Rate Turun, Modal Asing Takkan Lari dari Indonesia
Jumat, 06 Okt 2006 11:26 WIB
Jakarta -
Penurunan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 10,75 persen tidak akan memicu keluarnya dana-dana asing dari Indonesia. Bahkan BI Rate masih memiliki ruang yang aman untuk kembali turun.Bank Sentral AS dalam pertemuan terakhirnya memutuskan untuk menahan suku bunga pada 5,25 persen. Ini berarti ada selisih atau spread dengan suku bunga Indonesia sebesar 5,5 persen."Kalau spread masih diatas 4,5 persen masih relatif ok," ujar Chief Economist Citibank Anton H Gunawan dalam perbincangan, Kamis (5/10/2006) malam.Meski demikian, Anton mengingatkan agar konsumsi serta produksi minyak dalam negeri dijaga stabilitasnya sehingga tidak mengakibatkan turunnya cadangan devisa. Peningkatan konsumsi minyak secara signifikan yang tidak diimbangi produksi dalam negeri akan mengharuskan Pertamina mengimpor BBM yang berarti mengeluarkan devisa.Selain itu nilai tukar rupiah juga perlu dijaga agar tidak melemah."Kuncinya, jangan sampai rupiah melemah karena investor asing mendapatkan gain dari portofolio investasi dan spread rupiah dolar ketika mereka menukar kembali. Jadi kalau melemah akan mengurangi daya tarik," jelas Anton.
(ard/qom)










































