BI Rate Turun, Kredit Menggeliat
Sabtu, 07 Okt 2006 16:15 WIB
Jakarta - Tren penurunan BI Rate yang sudah digaungkan sejak Mei 2006, telah direspons secara positif para pelaku di sektor keuangan. Meski penurunannya bertahap, namun ternyata dampaknya terhadap penyaluran kredit cukup signifikan. Berdasarkan data yang diterima detikcom, Sabtu (7/10/2006), per Agustus 2006 penyaluran kredit naik Rp 10,8 triliun menjadi Rp 769,2 triliun. Selain itu aset perbankan pun ikut meningkat sebesar Rp 34 triliun menjadi Rp 1.551,4 triliun.Kondisi perbankan pun semakin membaik yang terlihat dari rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi 5,0% (netto) dan 8,8% (gross) dari bulan sebelumnya 5,2% (netto) dan 8,9% (gross).Di sektor riil , penurunan suku bunga pada umunya akan mendorong peningkatan pertumbuhan pada sektor-sektor bangunan, transportasi dan komunikasi, serta sektor keuangan yang kemudian akan diikuti oleh sektor perdagangan dan sektor industri pengolahan."Assessment itu menambah keyakinan bahwa kegiatan ekonomi riil telah menunjukkan peningkatan dan diperkuat dengan penurunan BI rate," tandas Burhanuddin dalam konferensi pers Kamis, 5 Oktober lalu.
(hdi/qom)











































