2 Minggu Sebelum Lebaran
Penukaran Uang Seceng Masih Sepi
Selasa, 10 Okt 2006 12:05 WIB
Jakarta - Hingga dua minggu sebelum Lebaran, tempat-tempat penukaran uang belum dipadati oleh antrean. Diperkirakan antrean baru akan membludak sekitar seminggu sebelum Lebaran, atau setelah para karyawan mendapat tunjangan hari raya (THR).Pantauan detikcom, Selasa (10/10/2006) di pelataran parkir Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, antrean masyarakat yang hendak menukar uang belum terlalu ramai. Antrean hanya sekitar 2-3 orang.Di lokasi tersebut, dua mobil milik dua perusahaan penukaran uang kecil (PPUK) Secoor dan Kejar bersiap melayani masyarakat pukul 10.00-12.00 WIB. Dua petugas laki-laki tampak sigap melayani masyarakat, didampingi oleh seorang petugas polisi bersenjata lengkap.Selain di Gedung BI, dua PPUK tersebut juga menempatkan mobil-mobil untuk jasa penukaran uang di sejumlah pasar dan stasiun. PPUK sendiri merupakan perusahaan yang disewa oleh BI.Untuk PPUK Secoor, satu unit mobil biasanya membawa uang sekitar Rp 150 juta, yang terdiri dari pecahan Rp 1.000, Rp 5.000, dan Rp 10.000. Sedangkan PPUK Kejar membawa uang dalam jumlah yang lebih sedikit hanya Rp 110 juta.Menjelang Lebaran, PPUK-PPUK itu biasanya mendapat 'jatah' yang lebih besar untuk penukaran uangnya. Jika biasanya setiap kali pengambilan hanya Rp 2 miliar, maka BI memberi tambahan menjadi Rp 3 miliar. Pengambilan uang biasanya dilakukan dua kali dalam seminggu.Seorang petugas PPUK Kejar, Setiawan mengatakan, uang pecahan favorit masyarakat adalah secengan alias seribu rupiah dan Rp 10.000. Menurutnya, penukaran uang biasanya dibatasi, yakni masing-masing orang hanya boleh Rp 200.000 untuk pecahan Rp 1.000, dan Rp 3-4 juta untuk pecahan Rp 10.000."Tapi kalau lagi sepi, batasan itu bisa dinaikkan," ujarnya.Ia mengakui, menjelang dua minggu sebelum Lebaran, masyarakat yang ingin menukarkan uangnya belum terlalu banyak. "Tapi biasanya banyak setelah pada dapat THR," tambahnya.Khusus untuk PPUK Kejar, lokasi yang paling ramai dipadati masyarakat adalah untuk unit di Pasar Baru. Di lokasi tersebut, mobil milik Kejar bisa membawa uang hingga Rp 300-400 juta. "Itu pun 2-3 jam sudah habis," ujar Setiawan.Pantauan detikcom, kondisi antrean di pelataran BI masih normal dengan antrean hanya 2-3 orang."Saya nukar untuk keperluan uang receh, sekaligus buat Lebaran. Nanti mau dikasih ke saudara dan tetangga," ujar seorang pria paruh baya yang ditemui detikcom.
(qom/sss)











































