Hot Money Bertambah Rp 600 Miliar dalam 1 Minggu
Selasa, 10 Okt 2006 15:20 WIB
Jakarta - Investasi portofolio di Indonesia masih menarik investor asing. Dalam sepekan dana asing berupa hot money yang masuk mencapai Rp 600 miliar.Dana tersebut ngendon dalam pembelian Sertifikat Bank Indonesia (SBI)."Pada minggu ini posisi asing di SBI mencapai Rp 8,8 triliun atau naik Rp 0,6 triliun dari posisi minggu lalu," kata Aslim Tadjuddin, Deputi Gubernur BI, di Gedung Departemen Keuangan (Depkeu), Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (10/10/2006).Menurut Aslim, dana asing yang masuk ke portofolio Indonesia paling banyak dibelanjakan ke obligasi negara (SUN) yang mencapai Rp 50 triliun."Tapi kan kalau SUN bukan hot money melainkan jangka panjang," ujar Aslim.Mengenai terkoreksinya rupiah dalam dua hari terakhir, Aslim melihat lebih karena faktor eksternal. Namun secara keseluruhan, BI menilai rupiah cukup stabil dan kompetitif untuk ekspor. "Dua hari agak melemah sedikit itu hanya faktor regional. Ada kaitannya dengan percobaan nuklir di Korea. Itu dampaknya buruk untuk Jepang dan Korsel, yen kan melemah sampai 120. Tapi itu hanya faktor regional, tidak ada faktor kita," jelas Aslim.Aslim optimistis rupiah sampai akhir tahun bisa mencapai level 9.000 per dolar AS, meski semua itu sangat tergantung dari kondisi pasar."Bisa ke sana (Rp 9.000/US$), saya optimistis," tukasnya.
(ir/nrl)











































