BII Kejar Pertumbuhan Kredit 2007
Selasa, 10 Okt 2006 16:42 WIB
Jakarta - Lesunya penyaluran kredit tahun ini akan mulai digenjot kalangan perbankan tahun depan, seiring dengan turunnya suku bunga BI Rate. PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) pun menargetkan pertumbuhan kredit 2007 diatas 20 persen. Sementara tahun ini pertumbuhan kredit perseroan kurang dari 20 persen."Tahun depan pertumbuhan kredit akan jauh lebih baik karena penurunan suku bunga, meningkatnya kredit konsumer dan penurunan cost of fund. Jadi tahun 2007 kita menargetkan diatas 20 persen," kata Presdir BII, Henry Ho.Hal itu disampaikan Henry, usai peluncuran program cash bonus dan cashback untuk pengguna ATM debit BII, yang diharapkan bisa mendongkrak jumlah nasabah BII, di Plaza BII, Jalan M Thamrin, Jakarta, Selasa (10/10/2006).Tahun ini diakui Henry, pertumbuhan kredit cukup sulit karena kondisi ekonomi sejak awal tahun yang memang lesu dan baru bergairah lagi pada kuartal IV tahun ini.Untuk pembiayaan ekspansi kredit tahun depan, BII tengah menyiapkan pinjaman jangka panjang senilai US$ 100-200 juta dari International Finance Corporation (IFC) dengan tenor sekitar 5 tahun. Saat ini, BII sedang dalam proses diskusi dan negosiasi dengan IFC. Kemungkinan pinjaman tersebut dicairkan pada tahun ini atau tahun depan."Kita tidak butuh banyak. Kita membutuhkan sekitar US$ 100-200 juta tergantung kebutuhan kita. Tapi kita tetap mengandalkan pada dana internal, karena dana internal kita cukup untuk membiayai kredit tahun depan," kata Henry.Sementara Direktur Perbankan Konsumer BII, Rudy Hamdani mengatakan, untuk lebaran dan liburan panjang bulan ini, BII menyiapkan uang kas sebesar Rp 600 miliar."Untuk ATM saja kita sediakan Rp 300 miliar jadi untuk lebaran ini dikalikan dua saja sekitar Rp 600 miliar, tapi persisnya masih kita hitung," tutur Rudy.Pada kuartal IV-2006, BII menargetkan kredit baru sebesar Rp 1,2 triliun yang berasal dari pinjaman KPR sebesar Rp 500 miliar dan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) sebesar Rp 300 miliar."Saya kira akhir tahun ini permintaan kredit mortgage (properti) dan mobil akan naik cukup signifikan," kata Rudy yakin.Kredit BII terbesar porsinya untuk KPM 40 persen, dan sisanya KPR serta kredit lainnya.
(ir/ir)











































