PPA Divestasi 18% Saham BTPN
Kamis, 12 Okt 2006 10:43 WIB
Jakarta - Sebelum melantai di bursa, saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) akan dijual oleh pemegang saham minoritasnya, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) hingga 18 persen.Pelaksanaan divestasi melalui mekanisme penawaran terbuka (open tender). PPA menunjuk PT Bahana Securities dan PT Deutsche Securities sebagai penasihat keuangan.Demikian penjelasan manajemen PPA yang dipublikasikan Kamis (12/10/2006).Pihak yang berminat terhadap saham BTPN dipersilakan mengambil dokumen penawaran atau paket informasi sebelum 20 Oktober 2006.Paket informasi itu terdiri dari teaser letter, rules of RFQ, form of letter undertaking, form of confidentiality agreement, key SPA term.Investor yang berminat harus memenuhi syarat-syarat seperti, bukan pihak yang dilarang oleh Bank Indonesia (BI) untuk membeli saham bank di Indonesia.Peminat bukan pemilik sebelumnya dan tidak terafiliasi dengan pemilik sebelumnya. Serta sumber dana yang jelas bukan dari pinjaman atau money laundering.PPA yang mewakili pemerintah saat ini memiliki saham BTPN sebesar 28,39 persen. Sedangkan pemegang saham mayoritasnya adalah Admiro Corp, yang merupakan perusahaan special purpose vehicle (SPV) dari Renaissance Capital Asia, yang menguasai 71,6 persen.Sebelumnya BTPN berencana melepas 5-10 persen saham dalam penawaran umum perdana (IPO) yang akan dilakukan akhir tahun 2006. Keinginan IPO ini merupakan kebijakan pemegang saham mayoritasnya.Sebelumnya, Dirut BTPN Paulus Wiranata mengatakan, dana hasil IPO akan digunakan untuk membangun outlet BTPN yang saat ini baru ada 371 unit. Selain digunakan untuk investasi IT dan SDM.Total aktiva dan ekuitas BTPN tahun 2005 masing-masing sebesar Rp 4,483 triliun dan Rp 741 miliar. Sedangkan total aktiva dan ekuitas BTPN tahun 2004 masing-masing sebesar Rp 3,622 triliun dan Rp 623 miliar.
(ir/sss)











































