Narik Rp 5 Juta di Bank Mandiri, Eh...Kedebet Rp 10 Juta
Kamis, 12 Okt 2006 15:28 WIB
Jakarta - Akibat kerusakan pada core banking system, penarikan dana lewat ATM kacau balau. Maksud hati menarik Rp 5 juta, eh.. yang terdebet malah Rp 10 juta. "Kemarin tanggal 11 Oktober saya melakukan penarikan tunai di ATM Mandiri cabang S.Parman. Saya melakukan penarikan Rp 5 juta, tetapi setelah saya cek saldo pada hari ini tanggal 12 Oktober tabungan saya tertarik 2 kali lipat sebesar Rp 10 juta," cerita Milka dalam emailnya kepada detikcom, Kamis (12/10/2006).Selain ATM, nasabah lain juga mengeluhkan Internet Banking Mandiri yang sama sekali tak bisa beroperasi."Sejak kemarin siang saya coba login ke internet banking tapi selalu tidak bisa. Hal ini sudah saya laporkan ke call centre bank mandiri 14000, customer service dari Bank Mandiri pun bilang kalau memang ada problem. Namun tidak menspesifikasikan problem apa dan sampai kapan," ujar Fabian.Ia pun mencoba melakukan transaksi di ATM, yang juga bernasib sama. "Saya ditelepon orang tua kalau nggak bisa transfer karena ATM seluruh Bandung offline. Kok bisa ya?" keluhnya. Budi senasib dengan Fabian. Pada hari Sabtu, 6 Oktober, Budi hendak melakukan transaksi via internet Banking Mandiri."Yang bikin deg-degan adalah masalah terjadi pas sudah masukin PIN dari Token Mandiri tetapi di layar monitor tiba-tiba request time out, sehingga kita tidak tahu apakah transaksi berhasil apa tidak. Alhamdulillah ternyata transaksinya sesuai dan bukti transaksi diterima via email," cerita Budi.Hal itu berulang pada hari Minggu, 8 Oktober. "Sudah nggak bisa diakses, walaupun bisa lamanya minta ampun tetapi sama saja nggak bisa melakukan transaksi apa pun," ujarnya.Meski berkali-kali 'terantuk' sistem Internet Banking Mandiri, namun Budi tetap memuji sikap jujur Bank Mandiri."Bagusnya pihak Bank Mandiri memberitahukan di web-nya kalau layanan e-banking tidak dapat dipergunakan dengan estimasi waktu. Jadi pelanggan setia nggak sampai berlumut nunggu aktifnya kembali. Saya percaya team IT Mandiri bisa menyelesaikan masalah ini secepatnya," pungkasnya.
(qom/nrl)











































