Swap Bilateral RI-Cina Meningkat Jadi US$ 4 Miliar

Swap Bilateral RI-Cina Meningkat Jadi US$ 4 Miliar

- detikFinance
Selasa, 17 Okt 2006 11:01 WIB
Jakarta - Indonesia dan Cina kembali menandatangani amandemen peningkatan jumlah Billateral Swap Arrangement (BSA) hingga menjadi US$ 4 miliar. Kesepakatan ini diteken dalam kerangka Chiang Mai Initiative (CMI).Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh People's Bank of China dan Bank Indonesia (BI) dan berlaku efektif sejak hari ini. Demikian siaran pers dari BI seperti dikutip dari situsnya, Selasa (17/10/2006).Melalui BSA ini, nantinya Indonesia bisa mengajukan pinjaman jangka pendek kepada Cina melalui mekanisme swap mata uang rupiah terhadap dolar AS maksimal US$ 4 miliar. Fasilitas swap itu bisa ditarik bila Indonesia memerlukan likuiditas dalam jangka pendek. Perjanjian BSA pertama antara Indonesia dan Cina ditandatangani pada Desember 2003 dengan fasilitas swap sebesar US$ 1 miliar. Perjanjian BSA yang berlaku saat ini ditandatangani pada Oktober 2005 dan amandemennya ditandatangani pada hari ini sehingga dapat merefleksikan upaya-upaya peningkatan efektifitas CMI yang telah disepakati oleh ASEAN, Jepang, Cina dan Korea Selatan (ASEAN+3).Kesepakatan ini mencakup integrasi mekanisme pengawasan ASEAN+3 Economic Surveillance ke dalam BSA, dan peningkatan porsi penarikan swap yang tidak dikaitkan dengan program IMF dari 10 persen menjadi 20 persen dari total fasilitas swap. Dengan kerjasama ini diharapkan dapat memberi kontribusi yang besar pada stabilitas keuangan dan pertumbuhan ekonomi regional di ASEAN+3. (qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads