Target Pertumbuhan Kredit Masih Jauh Dicapai

Target Pertumbuhan Kredit Masih Jauh Dicapai

- detikFinance
Kamis, 19 Okt 2006 00:00 WIB
Jakarta - Meskipun pengucuran kredit perbankan mulai meningkat, namun target pertumbuhan kredit sebesar 15% pada 2006 dinilai masih sulit dicapai. Hingga September, pertumbuhan kredit perbankan nasional baru mencapai 6-7%."Year to date pertumbuhan kredit hanya 6-7%. 15% Masih cukup jauh apalagi tinggal beberapa bulan," Kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Hartadi A. Sarwono, dalam acara buka puasa bersama wartawan, di gedung B BI, Jl MH Thamrin, Jakarta.Dijelaskan Hartadi, kredit perbankan pada Juli hanya sekitar Rp 1 triliun, lalu meningkat tajam pada Agustus yang sebesar Rp 10,7 triliun, dan kredit September juga bertambah sebesar Rp 15,4 triliun. Atau secara kalender dari Januari hingga September 2006 telah tersalurkan kredit sebesar lebih dari Rp 40 triliun.Mulai meningkatnya penyaluran kredit sedikit banyak dipicu oleh meningkatnya penyerapan anggaran pemerintah, sehingga Bank Indonesia mengharapkan pemerintah untuk dapat meningkatkan penyerapan anggarannya agar kredit perbankan yang terkucur ke sektor riil semakin besar pula.Sementara disampaikan Gubernur BI, Burhanuddin Abdullah, dengan semakin meningkatnya penyaluran kredit perbankan, diharapkan menjadi pendorong untuk semakin bergeraknya perekonomian nasional."Kalau tren ini meningkat terus, saya kira dia cukup memberi lubrikasi bagi berputarnya roda perekonomian," katanya.Lebih lanjut Burhanuddin, menjelaskan bahwa masih belum bergeliatnya sektor riil, disebabkan karena masih jauhnya perbedaan tingkat suku bunga antara reference rate (bunga Bank Sentral) dengan lending rate (bunga kredit perbankan).Dicontohkannya, seperti negara Turki, Brazil, dan Rusia yang reference rate-nya sama dengan Indonesia yakni sebesar 10-11%, namun lending rate-nya sebesar 13-14% sehingga cukup efesien untuk dapat dijangkau masyarakat, berbeda dengan lending rate perbankan nasional yang rata-rata masih sekitar 15-17%."Seperti Turki, Brazil, Rusia itu rate-nya sekitar 10-11% tapi lending rate-nya mereka itu bisa 13-14% jadi margin untuk intermediasinya cukup tight, cukup efesien." papar Burhanuddin. (hdi/nvt)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads