Menneg BUMN Minta Bank BUMN Hati-hati Restrukturisasi NPL
Jumat, 20 Okt 2006 13:11 WIB
Jakarta - Menanggapi selesainya kredit bermasalah Grup Raja Garuda Mas (RGM), Menneg BUMN Sugiharto meminta bank-bank BUMN tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menangani kredit-kredit bermasalahnya. Hal tersebut disampaikan Sugiharto menanggapi rencana penyelesaian kredit Raja Garuda Mas di Bank Mandiri. Salah satu kesepakatan antara Bank Mandiri dengan RGM adalah perusahaan milik Sukanto Tanoto itu akan meningkatkan pembayaran angsuran pokok dan bunga kredit. "Pokoknya lakukan prudential attempt untuk melakukan koleksi atau tagihan terhadap NPL, termasuk pula opsi-opsi yang perlu dikembangkan tapi tetap mengedepankan akuntabilitas dan transparansi dalam menyelesaikan masalah-masalah NPL," ujarnya usai Salat Jumat di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (20/10/2006). Sugiharto pun menyambut baik rencana Bank Mandiri yang mengumumkan debitor-debitor kakapnya. Menurutnya pembukaan data debitur tersebut sebelumnya pernah dilakukan Bank Mandiri tahun lalu. "Ini update saja kepada pasar mana-mana yang bandel, mana yang korperatif, saya kira silakan saja, itu urusan korporat bukan urusan pemegang saham," jelasnya.
(ddn/qom)











































