Takut Membahayakan Ekonomi, Baht Thailand Diintervensi
Sabtu, 28 Okt 2006 14:14 WIB
Bangkok - Bank Sentral Thailand (Bank of Thailand/BoT) akhirnya melakukan intervensi menyusul terus menguatnya mata uang baht hingga level tertingginya dalam tujuh tahun."Bank of Thailand telah melakukan intervensi di pasar karena munculnya ketakutan penguatan baht yang tajam dan cepat akan mengganggu perekonomian," ujar Gubernur BoT Tarisa Watanagase seperti dikutip dari AFP, Sabtu (28/10/2006).Menurut Tarisa, penguatan baht terjadi menyusul masuknya capital inflow dari AS setelah The Fed memutuskan menahan suku bunga pada level 5,25 persen.Keputusan The Fed pada Rabu, 25 Oktober lalu diambil setelah melihat anjloknya harga minyak yang pada akhirnya mengurangi tekanan inflasi AS.Pada perdagangan Jumat, 27 Oktober, baht ditutup pada level 36,87-89 dolar, yang merupakan level tertinggi sejak Januari 2000.Tarisa menegaskan, daya saing Thailand tidak akan berkurang meski baht terus menguat. Pasalnya, penguatan baht terjadi bersamaan dengan mata uang regional lainnya.Ia menambahkan, BoT kini tengah mempertimbangkan untuk melonggarkan aturan yang akan memperbolehkan perusahaan-perusahaan Thailand berinvestasi lebih banyak di luar negeri. Langkah ini akan diambil untuk mengurangi tekanan atas baht."Pelonggaran itu akan mencakup aturan investasi dan berapa uang yang diinvestasikan. Karena dalam beberapa tahun terakhir, beberapa perusahaan mengeluhkan bahwa investasi di luar negeri yang diperbolehkan terlalu kecil," imbuh Tarisa.Namun ia menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan di Thailand harus minta izin dari Bank Sentral Thailand dalam beberapa kasus.
(qom/qom)











































