Perbankan 2007, Keluar ICU Masuk Ruang Rawat
Kamis, 02 Nov 2006 14:19 WIB
Jakarta - Kondisi perbankan tahun 2007 diperkirakan akan sedikit membaik. Perkiraan ini sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit tahun depan yang akan tumbuh sebesar 14 persen dan porsi kredit bermasalah yang mulai berkurang."Perbankan tahun depan keluar dari ICU (ruang gawat darurat) masuk ruang perawatan. Tahun 2008 mulai berobat jalan," kata Ekonom Bank Mandiri, Martin Panggabean, usai outlook ekonomi makro dikantornya, Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/11/2006).Menurutnya, kondisi inflasi yang stabil di tahun 2007 akan menurunkan tingkat SBI yang berimbas pada penurunan tingkat bunga pinjaman dan simpanan. Tahun depan diprediksi tingkat bunga pinjaman akan menjadi sebesar 15 persen di banding rata-rata tingkat suku bunga pinjaman saat ini sebesar 18 persen.Namun demikian daya serap kredit yang diperkirakan masih minim akan memberi hambatan bagi pertumbuhan kredit perbankan tahun depan untuk tumbuh lebih agresif. Selain itu, tahun depan perusahaan-perusahaan juga cenderung akan mengeluarkan obligasi untuk mendanai investasinya sehingga berdampak pula pertumbuhan kredit. Martin juga mengatakan, tahun ini perbankan masih harus berusaha keras untuk mengejar target pertumbuhan kredit sebesar 13 persen karena per Oktober 2006 angka pertumbuhan kredit baru mencapai 5 persen.Kondisi kredit bermasalah juga diperkirakan membaik tahun depan. Pasalnya kondisi ekonomi makro yang membaik tahun depan akan menjadi faktor bagi debitur untuk menyelesaikan dan merestrukturisasi utangnya."Bank Mandiri sebagai bank terbesar yang menargetkan rasio NPL dibawah 10 persen akhir tahun 2007 dari posisi saat ini sekitar 24 persen juga akan berdampak signifikan bagi penurunan NPL industri perbankan," ujarnya.
(ard/ir)











































