Penyaluran Kredit September Tertinggi Sepanjang 2006
Selasa, 07 Nov 2006 14:41 WIB
Jakarta - Penyaluran kredit perbankan terus menunjukkan tren meningkat. Bahkan pada September, penyaluran kredit mencatat angka tertinggi sepanjang tahun 2006.Selama September, penyaluran kredit meningkat sebesar Rp 18,5 triliun dan secara kumulatif sepanjang tahun 2006 tumbuh sebesar 7,9 persen. Target pertumbuhan kredit 2006 sebesar 16-18 persen diyakini akan tercapai.Demikian Direktur Perencanaan Strategis dan Humas BI, Budi Mulya, dalam siaran pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Selasa (7/11/2006).Rasio kredit bermasalah atau NPL baik gross maupun net terus menurun menjadi 8,5 persen dan 4,9 persen dari posisi bulan Agustus 2006 sebesar 8,8 persen dan 5,0 persen. Budi menambahkan, di sektor riil, sinyal penurunan BI Rate terus mendorong peningkatan keyakinan konsumen dan optimisme produsen terhadap perbaikan ekonomi. Selain itu, penurunan BI Rate juga mendukung dunia usaha dalam memperoleh alternatif pembiayaan non-bank yang semakin murah.Mengenai penurunan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 10,25 persen, Budi mengatakan bahwa hal itu didasarkan pada indikasi yang kuat bahwa perbaikan ekonomi masih terus berlanjut yang disertai dengan tetap terjaganya stabilitas makro ekonomi. Indikator makro ekonomi yang ditunjukkan pada awal triwulan IV-2006 mengindikasikan pertumbuhan ekonomi masih meningkat yang didorong meningkatnya ekspor dan konsumsi.Inflasi juga relatif terkendali. Dan setelah melihat inflasi Oktober, BI menilai bahwa dampak kenaikan BBM tahun 2005 sudah dapat tertanggulangi dan kebijakan moneter telah memitigasi dampak lanjutan.Selain itu, volatilitas rupiah tetap terjaga yang ditopang oleh imbal hasil rupiah yang terjaga, risiko yang menurun dan tekanan kenaikan suku bunga global yang berkurang.
(qom/nrl)











































