Waspadai Ekses Likuiditas Pasca BI Rate Turun
Rabu, 08 Nov 2006 13:04 WIB
Jakarta - Setelah BI Rate terus diturunkan, dana-dana murah akan membanjir. Jika pemerintah tak segera membenahi sektor riil, akan timbul ekses likuiditas yang berlebihan."Ekses likuiditas ini kalau diparkir dalam rupiah, dalam bentuk SBI, surat utang negara tidak terlalu membahayakan. Tapi kalau ada pemicu misalnya krisis politik, krisis regional, likuiditas ini bisa dibelikan untuk membeli dolar. Ini yang menjadi keprihatinan," ujar Fauzi Ichsan.Fauzi yang merupakan SPV Senior Economist Global Market-Standard Chartered Bank ini menyampaikan hal tersebut usai acara 'Bike for Yogya' di kantornya, Jl KH Mas Mansyur, Jakarta, Rabu (8/11/2006).Ia menambahkan, penurunan BI Rate sudah diperkirakan sebelumnya. BI juga diprediksi akan kembali menurunkan BI Rate hingga 50 basis poin dalam Rapat Dewan Gubernur terakhirnya di tahun 2006. Ada beberapa alasan yang mendasari ekspektasi tersebut. Pertama, inflasi turun tajam menjadi sekitar 6,3 persen dari sebelumnya 14 persen.Kedua, berdasarkan tren penurunan BI Rate 50 basis poin yang sudah dilakukan BI hingga 3 kali, namun rupiah tetap stabil."Sehingga argumentasi kalau suku bunga dipangkas terlalu tajam rupiahnya bisa melemah tidak terlalu kokoh. walaupun tentunya kalau dipangkas terus, bisa saja," ujar Fauzi.Alasan lainnya, lanjut Fauzi, adalah perkiraan turunnya suku bunga Fed Fund hingga 4,5 persen pada tahun 2007. Selisih suku bunga Fed Fund dan BI Rate dinilai Fauzi cukup aman dan tidak akan terjadi capital flight. "Yang penting itu iklim investasinya diperbaiki sehingga dana asing yang masuk ke Indonesia tidak semata-mata mencari suku bunga yang tinggi tetapi juga bisa masuk ke pasar saham, bahkan ke sektor riil. Itu idealnya," tandasnya.
(ddn/qom)











































