Pengusaha Tagih Realisasi Bank Turunkan Bunga Kredit
Senin, 13 Nov 2006 17:37 WIB
Jakarta - Kalangan pengusaha masih menantikan realisasi penurunan bunga kredit bank-bank komersil, pascapenurunan BI Rate oleh Bank Indonesia (BI).Pengusaha menilai meski penurunan BI Rate telah berkali-kali dilakukan, namun hal ini tidak diikuti oleh bank pelaksana untuk segera menurunkan suku bunga pinjaman."BI Rate memang turun celakanya tidak mempengaruhi suku bunga pinjaman, ketika saya tanya perbankan menyatakan pengaruh akan terjadi setelah 8 bulan daripengumuman dan itu waktu yang sangat terlambat," keluh ketua umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN), MS Hidayat.Hal itu diungkapkan Hidayat, usai menjamu US Chamber of Commerce (KADIN AS) di Menara Kadin, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (13/11/2006).Hidayat mengaku, dua hari lalu dirinya menemui Gubernur BI untuk menyatakan keluhannya."Saya komplain. Katakan jangan terlalu optimistis bahwa penurunan BI Rate otomatis diikuti penurunan suku bunga yang sekarang belum bergulir," ujarnya.Alasan tidak otomatis, karena perbankan masih menyelesaikan proyek-proyek yang dimulai jauh sebelum penurunan BI Rate dengan suku bunga yang lama. Sehinggaperbankan enggan untuk landing atau menurunkan suku bunga pinjaman.Selain itu alasan security misalnya campur tangan Kejaksaan, perbankan nasional minta penentuan suku bunga kredit sebagai kebijakan internal sepanjang dewan komisaris setuju."Secara UU yang berhak lakukan judgement kredit ini macet atau tidak adalah BI, kami bersikeras BI lakukan fungsi pengawasan agar instansi lain tidakturut campur," tegasnya."Saya juga komplain bank di Indonesia efisiensinya rendah terbukti dengan tingkat spread yang tinggi 5-6 persen. Padahal di luar negeri hanya 3 persen, suku bunga pinjaman kita masih berkisar 15 persen," tambahnya.
(arn/ir)











































