Hingga Akhir 2006
BI Diprediksi Surplus Rp 22,9 T
Senin, 20 Nov 2006 13:58 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) diprediksi akan mendapat surplus operasional sebesar Rp 22,9 triliun, atau 155,59 persen anggaran tahunan BI (ATBI) yang ditetapkan.Angka itu didasarkan realisasi anggaran operasional BI hingga September 2006 dan memperhitungkan realisasi penerimaan triwulan IV, serta restrukturisasi SU002 dan SU004, pada akhir tahun 2006.Surplus tersebut disumbang dari optimalisasi pengelolaan cadangan devisa yang semula dianggarkan Rp 10,4 triliun, diperkirakan terealisasi menjadi Rp 13,7 triliun atau 131 persen dari ATBI tahun 2006.Berdasarkan realisasi hingga September 2006, terdapat surplus anggaran operasioanl sebesar Rp 12,3 triliun, atau 83,4 persen dari ATBI tahun 2006."Angka tersebut menurut kami masih sejalan dengan yang telah kami rencanakan dalam ATBI tahun 2006," ujar Gubernur BI Burhanuddin dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/11/2006).Realisasi surplus anggaran operasional hingga September itu berasal dari realisasi penerimaan sebesar Rp 14,1 triliun, atau 73,8 persen dari ATBI dikurangi dengan pengeluaran sebesar Rp 1,8 triliun atau 41,7 persen dari ATBI tahun 2006.Dari sisi penerimaan, realisasi penerimaan operasional diperoleh dari pengelolaan devisa, pengelolaan surat berharga dalam negeri, serta pengelolaan sistem pembayaran lainnya.Adapun penerimaan operasional terbesar berasal dari pengelolaan devisa sebesar Rp 10,8 triliun, atau 103 persen dari ATBI tahun 2006.Berdasarkan arah kebijakan dan sasaran strategis jangka menengah BI tahun 2005 hingga 2008, pada awal tahun 2006, BI memperkirakan akan mengalami surplus operasional hingga Rp 14,7 triliun, yang berasal dari penerimaan Rp 19,1 triliun, dikurangi pengeluaran sebesar Rp 4,4 triliun.
(qom/sss)










































