Cadangan Devisa RI Diprediksi Capai US$ 47 M 2007
Kamis, 23 Nov 2006 10:00 WIB
Jakarta - Cadangan devisa Indonesia diprediksi akan terus bertambah dan mencapai US$ 47 miliar pada tahun 2007. Angka itu berarti meningkat dibandingkan dengan perkiraan cadangan devisa 2006 sebesar US$ 46 miliar.Demikian hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang membahas perekonomian Indonesia tahun 2007, seperti dikutip dari situs BI, Kamis (23/11/2006). BI menjelaskan, peningkatan cadangan devisa itu berdasarkan perkiraan neraca pembayaran dan dukungan stabilitas nilai tukar rupiah pada tahun 2007.BI memperkirakan surplus neraca pembayaran pada tahun 2007 akan turun akibat meningkatnya permintaan impor seiring meningkatnya kegiatan ekonomi.Pertumbuhan ekspor non-migas diperkirakan mencapai 6-8 persen, sedangkan impor non-migas diperkirakan meningkat 12-14 persen.Dengan perkiraan tersebut, neraca transaksi berjalan tahun 2007 diperkirakan mencatat surplus US$ 6-8 miliar. Sementara dari neraca transaksi modal, aloran modal asing berupa FDI diperkirakan meningkat terutama pada semester II-2007, hingga menyamai perkembangan investasi portofolio yang telah terjadi sebelumnya. Untuk angka pertumbuhan ekonomi 2007, diperkirakan mencapai 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi 2006 yang diperkirakan mencapai 5,5 persen. Pada semester I-2007, peningkatan pertumbuhan ekonomi 2007 terutama didorong oleh konsumsi sedangkan investasi swasta belum meningkat secara signifikan. Peningkatan konsumsi swasta didorong berlanjutnya perbaikan daya beli masyarakat sejalan rencana kenaikan gaji PNS dan peningkatan UMR di semester awal 2007. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan semakin kuat pada semester II-2007 sejalan dengan perkiraan peningkatan signifikan pada investasi swasta dan peningkatan yang semakin besar pada belanja modal pemerintah. Perkiraan peningkatan investasi swasta baik berbentuk PMA maupun PMDN pada semester II-2007 ini, selain didorong oleh semakin kuatnya keyakinan pelaku ekonomi terhadap prospek peningkatan perekonomian ke depan, juga disebabkan oleh kontribusi positif tren penurunan suku bunga domestik.
(qom/qom)











































