Masalah NPL Bisa Picu Instabilitas Sistem Keuangan
Kamis, 23 Nov 2006 17:55 WIB
Jakarta - Permasalahan kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) dapat memicu munculnya instabilitas yang sistematik di sistem keuangan, yang berimbas pada terjadinya krisis ekonomi dan moneter."NPL itukan cuma salah satu risiko, jadi memang termasuk salah satu yang perlu mendapat perhatian, karena ada potensi dan terkait dengan kestabilan itu," kata Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia (BI), Muliaman D. Hadad.Hal itu diungkapkan Muliaman, seusai acara seminar Membangun Stabilitas Keuangan, di Gedung B BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis(23/11/2006).Dijelaskan Muliaman, selain masalah NPL, perlu juga diperhatikan faktor pemicu lainnya, seperti faktor vulnerabilitas (kerentanan) yang datang dari ekonomi global, contohnya harga minyak dunia, tingkat suku bunga internasional serta situasi geopolitik.Oleh karena itu, lanjut Muliaman, dengan potensi-potensi instabilitas terhadap sistem keuangan tersebut, diperlukan deteksi dini guna meminimalisasi potensi terjadinya krisis yang sistematik."Yang ingin dibangun BI adalah kita perlu mendeteksi secara dini sehingga bisa mengontrol dan memprediksi ketidakstabilan itu," jelas Muliaman.BI sebagai bank sentral dalam kaitannya dengan stabilitas sistem keuangan memiliki tugas untuk melakukan pengkajian dan pemantauan terhadap risiko-risiko dari domestik maupun dari internasional, serta melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap sistem pembayaran."Risiko sistem pembayaran yang mewabah dapat menimbulkan kegagala sistemik dan krisis," ucap Muliaman.
(hdi/ir)











































