Citigroup Garap Pasar Masyarakat Ekonomi Lemah
Selasa, 05 Des 2006 11:39 WIB
Jakarta - Citigroup Indonesia makin serius menggarap pasar masyarakat ekonomi lemah. Lembaga keuangan asal AS ini menggandeng 75 lembaga keuangan dan pembiayaan untuk memuluskan langkahnya.Masuknya Citigroup dalam pasar masyarakat ekonomi lemah, karena perseroan menilai, orang miskin pun dapat mengelola uang dengan baik asalkan diberi pengarahan yang tepat sehingga dapat menciptakan benefit."Uang Rp 25 pun bisa dikelola, sementara ada juga orang punya miliaran tapi tidak dapat mengelola uang dengan baik," kata SVP Country Corporate Affair Head Citigroup, Ditta Amahorseya, usai acara Financial Education for The Poor, di Hotel Aryaduta, Jalan Prapatan, Jakarta, Selasa (5/12/2006).Ke-75 lembaga keuangan yang akan mengikuti pelatihan Financial Education for The Poor ini meliputi koperasi, BPR, dan lembaga lainnya yang berhubungan langsung dengan rakyat miskin yang akan dimulai tahun 2007. Dalam pelatihan tersebut, nantinya Citigroup akan bekerja sama dengan Lembaga Manajemen UI dan akan memberikan hibah sebesar Rp 450 juta.Model pelatihan berisi materi tentang bagaimana mengatur simpanan, membuat anggaran, mengelola utang, negosiasi keuangan dan memilih layanan bank."Pelatihan ini adalah cara untuk mengelola keuangan untuk meningkatkan taraf hidup, juga membantu keberlangsungan keuangan mikro," ujar Ditta.Selama tiga tahun terakhir Citigroup sudah melakukan hibah untuk pelatihan pengelolaan keuangan kepada masyarakat miskin di seluruh dunia sebesar US$ 5,3 juta. Lembaga yang menerima dana dari Citigroup diantaranya Grameen Bank milik Muhammad Yunus dari Bangladesh yang baru saja mendapatkan Nobel Perdamaian 2006.
(ir/ir)











































