Penurunan BI Rate Belum Mampu Dorong Pertumbuhan Kredit
Kamis, 07 Des 2006 14:05 WIB
Jakarta - Penurunan BI Rate ternyata tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan kredit. Penurunan BI Rate yang cukup agresif ternyata tetap tak mampu mendorong pertumbuhan kredit yang signifikan.Data dari Bank Indonesia, dari Januari hingga Oktober 2006, hanya ada tambahan kredit sebesar Rp 8,5 triliun menjadi Rp 66 triliun atau tumbuh 9 persen."Oktober memang ada kenaikan kredit Rp 8,5 triliun. Dan di akhir Desember pertumbuhan kredit hanya mencapai 12 hingga 13 persen," kata Direktur Perencanaan Strategis dan Humas BI, Budi Mulya dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (7/12/2006).Di tempat terpisah, anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo menilai penurunan BI Rate yang cukup agresif tidak akan mampu mendorong kredit jika sektor usaha kondisinya masih 'sakit-sakitan'."BI Rate yang turun belum mendorong kredit kalau sektor usaha masih seperti ini," ujar Dradjad yang ditemui di sela seminar di Hotel Mulia, Jakarta.Untuk target pertumbuhan kredit 2007, lanjut Budi Mulya, BI akan lebih optimistis dengan perkiraan mencapai 18 persen. Angka optimistis itu dikarenakan adanya keyakinan pergerakan ekonomi pada 2007 yang lebih baik, sehingga akan membutuhkan pembiayaan yang lebih banyak, terutama dari perbankan.Soal pinjaman luar negeri perbankan yang difasilitasi oleh BI, per November telah ada komitmen pinjaman sebesar US$ 1,4 miliar dan 60 juta euro. Namun hingga November, realisasinya hanya sebesar 1,2 miliar dan 40 juta euro, yang dipinjam dari 17 bank di dalam negeri.
(qom/sss)











































