3 Investor Timteng Ingin Dirikan Bank Syariah di Indonesia
Senin, 11 Des 2006 11:52 WIB
Jakarta - Investor asal Timur Tengah (Timteng) berminat mengembangkan bisnis bank syariah di Indonesia. Ketiganya adalah Sedco, Kuwait Finance House (KFH) dan Albarokah.Ketiga investor ini sudah menyatakan minatnya tersebut ke Bank Indonesia (BI). Ketiganya masih menjajaki, apakah akan mendirikan langsung bank syariah, atau mengakuisisi bank konvensional yang ada untuk dikonversi menjadi bank syariah.Demikian diungkapkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Siti Fadjrijah, di sela acara seminar akhir tahun perbankan syariah, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (11/12/2006).Seperti Albarokah, menurut Fadrijah, sudah menemui pihaknya dan melaporkan rencana tersebut.Sedangkan Sedco, yang juga pemegang saham Bank Muamalat, berencana menambah modal di bank tersebut atau melakukan akuisisi bank lokal untuk dijadikan bank syariah."Ada dua rencananya, dia (Sedco) mau akuisisi bank konvensional atau mau tambah modal, ini yang disampaikan kepada saya," kata Fadrijah.Begitu pula dengan Kuwait Finance House yang kini tengah melakukan penjajakan dan mencari-cari bank yang dapat dimasukinya. "Mereka memang pernah datang, tapi sampai sekarang mereka baru cari-cari," tutur Fadjrijah.Hampir semua investor yang mau masuk itu, lanjut Fadjrijah, akan mengambil di atas 50 persen saham, tapi tidak sampai 100 persen karena ingin mempertahankan mitra lokalnya."BI tidak pernah mencampuri proses bisnisnya, penentuan harga. BI tidak campur tangan, silahkan SPA lalu lapor ke kita," ujar Fadjrijah.
(ir/sss)











































