Bank Harfa dan Bank Sri Partha Utamakan Merger

Bank Harfa dan Bank Sri Partha Utamakan Merger

- detikFinance
Rabu, 13 Des 2006 12:43 WIB
Jakarta - Di saat bank kecil ramai-ramai 'berlindung' di bawah investor asing, dua bank lokal yakni Bank Harfa dan Bank Sri Partha memilih tidak menjual sahamnya ke investor asing.Masing-masing kedua bank lokal tersebut, kini tengah menjajaki upaya merger dengan bank-bank kecil lainnya. Bank Harfa adalah bank kecil yang berbasis di Surabaya. Sedangkan Bank Sri Partha berkedudukan di Denpasar, Bali.Bank Indonesia (BI) pun menyambut senang pilihan konsolidasi sesama bank kecil itu daripada dilego ke investor asing."Kami sudah mulai melihat bank-bank kecil mau merger, Sri Partha dan apa-apa yang tadinya cuma mau dijual ke asing dan juga Bank Harfa dari Surabaya, mereka sekarang mikir dengan dua bank kecil lainnya," kata Deputi Gubernur Senior BI, Miranda S Goeltom.Hal itu disampaikan Miranda menanggapi maraknya pembelian bank kecil oleh asing, di sela-sela acara seminar Roadmap to Indonesian Financial Sector, di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (13/12/2006).BI melihat tidak semua bank kecil memilih investor asing sebagai penyelamatnya untuk memenuhi modal inti minimumnya dalam rangka Arsitektur Perbankan Indonesia (API)."Memang kami mengharapkan seperti itu, lebih baik merger dulu sampai kuat, lalu kalau mau jual lagi ke investor lain tidak apa-apa," kata Miranda.Merger merupakan salah satu upaya menambah modal minimal seperti yang disyaratkan BI Rp 80 miliar dan Rp 100 miliar pada 2010.Data terakhir BI menyebutkan dari 131 bank, sebanyak 41 bank tercatat masih memiliki modal di bawah Rp 100 miliar.Sementara Direktur Peneltian dan Pengawasan BI, Muliaman D Hadad mengakui, pembicaraan-pembicaraan untuk melakukan merger masih terus berlangsung."Akuisisi ini bisa berarti sementara, lalu ujung-ujungnya merger kan bisa saja," kata Muliaman. (ir/nrl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads