Holding Bank BUMN Jangan Birokratis
Kamis, 14 Des 2006 13:38 WIB
Jakarta - Pembentukan induk usaha atau holding bank BUMN terkait kebijakan kepemilikan tunggal (Single Presence Policy/SPP) dinilai lebih masuk akal ketimbang merger.Namun kalangan perbankan meminta, pemebntukan holding jangan birokratis dan tetap harus dikelola secara bisnis dan komersial."Kita lihat saja Temasek Holding mengelola di bawahnya. Mereka mengelola dengan baik karena mereka pengusaha bukan birokrat," kata Dirut Bank Negara Indonesia (BNI) Sigit Pramono di sela seminar Road Map for Indonesian Financial, di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/12/2006). Sigit menilai pengelolaan holding bank BUMN tidak akan berjalan baik jika dikelola seperti administrasi pemerintah.Sampai saat ini pemerintah sebagai pemegang saham bank BUMN belum memberikan respons atas kebijakan SPP Bank Indonesia (BI) itu.Bank pelat merah yang terancam kebijakan SPP adalah Bank Mandiri, BNI, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Tabungan Negara (BTN).
(ir/nrl)











































