Perbankan Tak Membabi Buta Kucurkan Kredit Industri Unggulan
Kamis, 14 Des 2006 13:58 WIB
Jakarta - Tiga sektor unggulan tahun 2007 telah ditetapkan yakni infrastruktur, energi dan pertanian yang menunggu kucuran kredit perbankan. Namun perbankan lebih melihat pemain dibelakangnya ketimbang hanya melihat sektor unggulan."Bank kalau sudah ditunjuk sektor yang diunggulkan kita semua akan bergerak kesitu. Tapi kita lihat satu persatu pemainnya bankable atau tidak, bank kan tugasnya melihat risiko," kata Dirut Bank Negara Indonesia (BNI) Sigit Pramono, disela seminar Road Map for Indonesian Financial, di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/12/2006). Diakui Sigit, dengan adanya sektor unggulan itu, memang kalangan perbankan akan lebih mudah bergerak menyalurkan kreditnya. Meski begitu, bank akan tetap melihat satu per satu pelaku industrinya.Sigit menepis tudingan perbankan sebagai penyebab lambannya pertumbuhan ekonomi karena kurang gencar menyalurkan kredit.Menurutnya, bank ingin menggerakkan perekonomian dengan memilih industri yang memang didukung bersama oleh pemerintah, perbankan dan pengawas perbankan.Hal ini karena ada masalah-masalah diluar kemampuan perbankan untuk mengatasinya seperti penyelundupan, pajak dan perburuhan."Investor tentu akan melihat yang masalah-masalah itu dapat diatasi," tukas Sigit.BNI ungkap Sigit, untuk tahun depan menargetkan penyaluran kredit 20 persen. Sebesar 5-10 persen diantaranya diarahkan untuk proyek infrastruktur seperti sektor energi dan jalan.
(ir/ir)











































