NPL Jadi 'Noktah Hitam' BNI 2006

Wawancara Dirut BNI

NPL Jadi 'Noktah Hitam' BNI 2006

- detikFinance
Senin, 18 Des 2006 10:58 WIB
NPL Jadi Noktah Hitam BNI 2006
Jakarta - Kondisi makro ekonomi seperti suku bunga dan inflasi yang membaik pada semester II-2006 memberikan pengaruh positif kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).Namun kinerja yang membaik ini masih diselimuti 'awan hitam' tingginya rasio kedit macet atau Non Performing Loan (NPL) yang membebani perusahaan sepanjang 2006.Dalam wawancara tertulis dengan detikcom akhir pekan lalu, Dirut BNI Sigit Pramono mengakui masalah NPL menjadi kendala perjalanan BNI di 2006.Di satu sisi perseroan ingin segera menebas tingginya NPL, tapi di sisi lain ada tembok besar UU 17/2003 tentang Keuangan Negara yang intinya mengatakan bahwa piutang BUMN merupakan aset negara yang tidak dipisahkan. Akibatnya, bank BUMN ini kesulitan melakukan berbagai kebijakan restrukturisasi utang seperti layaknya bank swasta. Manajemen bank juga bisa terancam UU Korupsi jika melakukan pemotongan utang yang dianggap bisa merugikan negara.Adanya PP No 14 Tahun 2005 tentang Tata Penghapusan Piutang Negara/Daerah, sebenarnya menjadi kesempatan bank untuk mengurangi kredit macet. Hanya saja perlu kesepahaman antara pihak BUMN, Depkeu di satu sisi serta BPK, Kejaksaan, Kepolisian dan KPK disisi lain.Berikut petikan wawancara dengan Sigit Pramono.Bagaimana pencapaian kinerja BNI sepanjang 2006 ?Kinerja BNI hingga akhir 2006 berkembang sesuai sasaran atau target, terutama dengan membaiknya kondisi ekonomi di semester kedua tahun ini.(Sampai triwulan III-2006, BNI mencatat laba bersih Rp 1,4 triliun, naik 14 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,2 triliun.) Kendala apa yang paling berat dihadapi tahun 2006 ?Kendala terbesar yang dihadapi BNI sebagai BUMN adalah, pertama, sulitnya kami melakukan pengelolaan NPL karena dispute soal tafsir ketentuan perundang-undangan.Kedua, melemahnya daya beli masyarakat pasca kenaikan BBM Oktober 2005. Ketiga,lingkungan hukum yang membatasi ruang gerak bank BUMN, keempat, stagnasi sektor rill terutama yang korporasi sehingga BNI sulit menyalurkan kredit.Namun BNI kini lebih aktif membiayai segmen menengah dan kecil yang hingga kini masih bertahan hidup dan memberikan pendapatan yang baik buat BNI, yang secara sektoral bertumpu pada sektor perdagangan, pengolahan dan jasa dunia usaha lainnya.Sudah ada hasil dari restrukturisasi kredit macet yang dilakukan ?Restrukturisasi terus kami lakukan dengan fokus NPL yang sudah berada dalam kewenanganan manajemen BNI. Sementara untuk NPL yang besar-besar, kami masih menanti hadirnya Komite Pengawas (Oversight Committee/OC) untuk mempercepat restrukturisasi NPL, kendati sudah ada PP 33/2006 dan PMK 87/2006.Apabila semua prasyarat ini bisa dipenuhi, kami optimis akan dapat menurunkan NPL menjadi single digit. Syukur-syukur dibawah 5 persen pada akhir tahun 2007(Rasio NPL BNI triwulan III-2006 sebesar 11,58 persen).Bagaimana persiapan memenuhi persyaratan Arsitektur Perbankan Indonesia (API) dari Bank Indonesia (BI) ?Terkait dengan API, kami juga terus mempersiapkan diri terutama melalui perbaikan kinerja baik melalui strategi yang sifatnya linier atau organik maupun non-linier atau non-organik juga terkait dengan divestasi. Kami juga terus menyiapkan diri agar memperoleh hasil terbaik untuk memenuhi semua pemangku kepentingan.Untuk tahun 2007 apa yang akan menjadi fokus pembiayaan kredit BNI ?Fokus BNI di tahun 2007 adalah pertama, sektor infrastruktur dalam arti luas yang didukung pemerintah. Kedua, sektor pertanian, perkebunan, agribisnis. Ketiga, perdagangan eceran dan barang-barang konsumen dan keempat, properti termasuk konstruksi. Sektor-sektor lain seperti pertambangan, otomotif, dan export oriented juga kami biayai meski dalam porsi yang lebih kecil.Bagaimana dengan rencana melepas unit syariah tahun 2007 menjadi bank yang terpisah dari BNI ?Unit syariah sementara waktu masih sebagai unit di bawah BNI langsung. Kalau pun akan dipisah kami akan lakukan kajian lebih dalam agar setelah terpisah unit syariah BNI mampu mandiri, tumbuh dan berkembang dengan baik. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads