BI: Kebijakan Bank Sentral Thailand Sudah Sesuai
Selasa, 19 Des 2006 13:26 WIB
Jakarta - Kebijakan Bank Sentral Thailand (Bank of Thailand/BoT) soal larangan dana asing keluar dinilai sudah benar dan sesuai dengan kondisinya saat ini. Kebijakan itu dipandang perlu untuk menahan aliran modal tetap berada di Thailand."Kebijakan itu menurut saya sudah sesuai dengan kondisi di Thailand," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aslim Tadjudin dalam perbincangannya dengan detikcom, Selasa (19/12/2006).Aslim menjelaskan, Thailand saat ini tengah menghadapi apresiasi mata uangnya yang sangat tinggi hingga mencapai 17 persen atas dolar AS sepanjang tahun ini. Apresiasi baht itu muncul akibat adanya aliran modal yang bersifat jangka pendek atau short term capital inflow."Dan kalau itu dibiarkan, bisa tidak sustainable, karena dimana-mana, short term capital inflow itu akan selalu mencari tempat yang memberikan yield yang lebih tinggi," jelasnya.Menurut Aslim, investor dengan short term capital inflow akan selalu mencari tempat investasi di negara-negara yang memberikan imbal hasil lebih tinggi. Mereka akan selalu berpindah-pindah mencari tempat yang menguntungkan kendati tidak ada perubahan di negara yang bersangkutan.Aslim menambahkan, penguatan mata uang hanya bisa sustainable jika didukung oleh ekspor yang tinggi dan modal yang bersifat jangka panjang."Kalau yang sifatnya short term tidak efektif dan memungkinkan pembalikan. Dan Bank Sentral Thailand ingin menghindari hal ini," papar Aslim.Bank Sentral Thailand terhitung pada hari ini mengeluarkan aturan yang mewajibkan 30 persen dari mata uang asing dengan nilai lebih dari US$ 20.000 harus didepositokan tanpa bunga. Kebijakan itu tidak berlaku untuk mata uang asing yang berhubungan dengan perdagangan barang atau jasa.
(qom/ir)











































