DPRD Perintahkan Bank Riau Tarik Dana di SBI Rp 8 Triliun
Kamis, 21 Des 2006 13:48 WIB
Pekanbaru - Bank Riau merupakan salah satu bank pemerintah daerah paling banyak menyimpan dananya di Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Kalangan DPRD Riau pun meminta Bank Riau segera menarik dana di SBI itu dan menyalurkannya ke sektor ril. "Bentuk penyimpanan dana SBI oleh Bank Riau kita anggap tidak professional. Mestinya dana itu di salurkan ke sektor ril guna membantu usaha kecil menang yang ada di Riau," kata Anggota Komisi B Bidang Ekonomi, DPRD Riau, Fendri Jaswir saat dihubungi detikcom, Kamis (21/12/2006) di Pekanbaru. Politikus PAN ini menjelaskan, Wapres Jusuf Kalla juga sudah mengingatkan kepada Direksi Bank BUMN agar segera menarik dana SBI agar disalurkan ke sektor ril. Dengan demikian, mestinya petunjuk Wapres harus diikuti Bank Riau yang saat ini menyimpan dananya sebesar Rp 8 triliun dalam bentuk SBI. "Kalau Wapres sendiri telah mengancam akan memberhentikan Direksi Bank BUMN yang membandel, mestinya langkah yang konkrit juga dilaksana Pemprov Riau untuk mengingatkan jajaran direksi Bank Riau untuk segara menarik dana simpanannya di BI," kata Fendri. Dia menjelaskan, kendati dana SBI memperoleh dapat menarik bunganya, namun hal itu sebagai bentuk ketidakprofesionalan dalam pengelolaan manajemen. Bank Riau terkesan memilih posisi aman dengan sistem SBI dari pada menyalurkan kredit ke masyarakat. "Kita ini dijuluki daerah terkaya. Namun perputaran uang sangat minim ke sektor usaha kecil dan menengah. Ini penyebanya tidak lain, dana publik di Bank Riau tidak disalurkan ke masyarakat," kata mantan wartawan nasional ini. Saat ini, kata Fendri, banyak pengusaha mengeluhkan susahnya meminjam dana ke sejumlah bank. Bank BUMD yang diharapkan dapat membantu perputaran, justru lebih memilih menyimpan dananya di BI. "Di Riau ini banyak kontraktor dan UKM yang mengeluhkan sulitnya mendapat pinjaman di Bank Riau. Jika saja dana SBI itu disalurkan ke masyarakat, hal itu akan membantu laju pertumbuhan ekonomi di daerah kita," kata Fendri. Karena itu, pihaknya sudah mengingatkan Pemprov Riau untuk segera memberi teguran kepada Dirut Bank Riau untuk segara menarik danaya dari BI. "Kita sudah mengingatkan kepada Pemprov Riau untuk memberikan teguran kepada bank Riau dalam pengelolaan manajemannya yang tidak menyalurkan dana ke sektor ril," katanya.
(cha/qom)











































