Hot Money ke Pasar Saham Dibatasi
Jumat, 22 Des 2006 14:15 WIB
Jakarta - Pemerintah membatasi hot money atau aliran modal yang hanya bersifat jangka pendek ke pasar saham. Hot money yang terlalu besar akan mengganggu perekonomian."Hot money itu memang ada risikonya kalau kita menerima terlalu besar,"ujar Menko Perekonomian Boediono usai Jumatan di Gedung Depkeu, JlLapangan Banteng, Jakarta, Jumat (22/12/2006).Risiko yang dimaksud Boediono adalah adanya investor yang hanya mencari keuntungan sesaat.Hot money kalau dikelola dengan baik akan memberikan manfaat. Dana yang masuk ke pasar saham bisa dijadikan sumber pembiayaan bagi perusahaan untuk ekspansi usahanya."Jadi bukan berarti hot money tidak ada gunanya dan tidak harus itu bebannya pada pemerintah. Kalau saham itu kan belinya di pasar saham, pemerintah nggak ada risiko APBN," ujarnya.Hot money yang masuk ke Indonesia relatif normal dibandingkan aliran hot money ke negara tetangga seperti Malaysia, Cina dan India."Keluar masuk uang ini dalam globalisasi kan normal. Masalahnya bagaimana mereka bisa kita bikin betah di sini, artinya iklim suasana berusaha suasana makro tetap stabil, itu yang kita pegang," ujarnya.
(ddn/qom)











































