Penurunan NPL BNI 2006 Minus RGM

Penurunan NPL BNI 2006 Minus RGM

- detikFinance
Sabtu, 23 Des 2006 10:28 WIB
Jakarta - Tahun 2006 hampir berlalu, namun hingga kini belum ada tanda-tanda restrukturisasi utang Kelompok usaha Raja Garuda Mas (RGM) dengan bank sindikasinya termasuk PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) bakal berjalan.BNI yang semula menargetkan restrukturisasi RGM bisa membantu mengurangi rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL), mengaku tidak terlalu berharap banyak.BNI pada akhir 2006 menargetkan NPL turun menjadi 11 persen dibanding triwulan III-2006 yang sebesar 11,58 persen. Penurunan NPL menjadi 11 persen itu, belum termasuk restrukturisasi utang oleh RGM."Tahun depan kami lebih optimistis, kami berhasil melakukan restrukturisasi selama ini hingga NPL diakhir tahun bisa menjadi 11 persen," kata Dirut BNI, Sigit Pramono, dalam wawancara akhir tahun 2006, Jumat (22/12/2006).Menurut Sigit, penyelesaian kredit bermasalah RGM agak terhambat karena ada anggota sindikasi yang belum memberikan persetujuan. Sehingga BNI tidak mau terlalu berharap banyak dari RGM di akhir tahun iniRGM dan bank sindikasi semula akan menandatangani perjanjian kesepakatan baru yang dijadwalkan paling lambat 8 November ini. Namun jadwal itu molor karena dua bank yang belum sepakat terhadap klausul restrukturisasi. Perusahaan milik Sukanto Tanoto, akan memperbarui pembayaran utangnya pokoknya kepada bank sindikasi dari semula US$ 61,1 juta menjadi US$ 140 juta per tahun.Semula RGM akan mulai membayar utang pokok dan bunga sebesar US$ 140 juta itu Desember 2006. Bank sindikasi itu antara lain Bank Mandiri, BNI, Bank Panin dan bank swasta lainnya. Dalam pokok-pokok kesepakatan baru total utang RGM ke bank sindikasi mencapai US$ 1,4 miliar.Pembayaran pokok dan bunga tahunan sebesar US$ 140 juta itu akan dibayarkan dengan jangka waktu 10 tahun sampai 2016. NPL 2007Untuk tahun depan BNI menargekan NPL bisa turun di kisaran 5 persen sampai 7,5 persen. Dengan penurunan NPL tersebut, menurut Sigit, beban BNI menjadi lebih ringan untuk lebih ekspansif dalam menyalurkan kredit."Tahun depan BNI menargetkan penyaluran kredit di atas 20 persen," tambah Sigit.Kredit itu akan disalurkan ke infrastruktur, agribisnis, konsumer, otomotif dan properti. (ard/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads