Perdagangan & Jasa Primadona Kredit 2007
Rabu, 27 Des 2006 13:52 WIB
Jakarta - Sektor perdagangan dan jasa masih menjadi andalan untuk penyaluran kredit 2007. Bank Indonesia (BI) memperkirakan kredit tumbuh 18 persen plus minus 1 persen dengan jumlah kredit baru keseluruhan untuk bank umum mencapai Rp 150 triliun."Dari angka yang ada di tahun 2006 misalnya beberapa sektor ekonomi seperti perdagangan dan jasa itu kelihatannya masih memiliki potensi yang cukup besar di 2007," kata Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Muliaman D Hadad.Hal itu diungkapkan Mulaiaman, dalam acara penandatanganan kerja sama linkage program bank umum/bank syariah dengan BPR/BPR Syariah, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (27/12/2006).Tentunya kata Muliaman, tidak hanya dua sektor itu saja yang menjadi pendongkrak pertumbuhan kredit. Tapi masih ada sektor-sektor lain yang diprioritaskan, oleh karena itu BI dan pemerintah masih mengkaji sektor mana saja yang diprioritaskan.Muliaman menilai, masih rendahnya pertumbuhan kredit tidak melulu masalahnya bersumber di sektor perbankan, namun juga terkait dengan sektor-sektor lain. Selain itu masih rendahnya penyaluran kredit karena faktor minimnya informasi perbankan terhadap sektor yang berpotensi untuk dibiayai."Paling tidak di tahun 2007 kita akan ekspose informasi terutama dari berbagai macam potensi kredit dari berbagai macam sektor ekonomi," katanya.Untuk kredit 2006, BI memperkirakan pertumbuhannya hanya bergerak pada angka 13 persen. Sementara dari sisi NPL-nya, menurut Muliaman, itu masih tetap terkendali dan bahkan ada sedikit perbaikan.Data BI per September 2006, NPL gross perbankan nasional sebesar 8,5 persen, dan NPL netto 4,9 persen.
(ir/qom)











































