Cadangan Devisa RI Tahun 2007 Bisa Mencapai US$ 47 Miliar
Rabu, 03 Jan 2007 16:10 WIB
Solo - Cadangan devisa Indonesia pada tahun 2007 diprediksi akan terus bertambah hingga menjadi US$ 47 miliar. Jumlah ini berarti meningkat dibandingkan cadangan devisa per akhir 2006 yang hanya US$ 42 miliar.Hal tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah kepada wartawan sesuai memimpin serah terima jabatan pemimpin Kantor BI Solo, Rabu (3/1/2007)."Angka pada tahun 2007 ini diperkirakan akan lebih tinggi dari itu. Hal itu jika dilihat dari neraca pembayaran yang mengalami surplus meskipun tidak sebesar tahun lalu. Ada surplus sekitar 5 miliar dolar sehingga cadangan devisa diperkirakan 47 miliar dollar," papar dia.Cadangan devisa yang besar itu, membuat BI merasa yakin target inflasi tahun 2007 bisa tercapai. Optimisme itu didasarkan angka inflasi 4 tahun terakhir yang berada di kisaran 6 persen. "Kita optimis target inflasi 6 plus minus 1 persen pada tahun 2007 ini akan tercapai. Melihat kondisi empat tahun terakhir dimana inflasi berkisar diangka 6 persen maka kita optimis," ujar Burhanuddin. Ia menyebutkan, sejumlah faktor pendukung yang membuat pihaknya optimis tercapainya target tersebut. Faktor ekstrenal adalah kebijakan penurunan suku bunga di luar negeri yang membantu stabilitas perekonomian Indonesia. Mengenai surplus tahun 2007 yang lebih kecil, lanjut Burhanuddin, disebabkan karena pertumbuhan ekonomi secara internasional akan lebih rendah dibanding tahun 2006. Jika pada tahun 2006 pertumbuhan ekonomi sekitar 5,2 perse, pertumbuhan pada tahun 2007 diperkirakan hanya sekitar 4,9 persen.Burhanuddin pun menyebut tahun 2007 sebagai tahun refinding moment yaitu genap sepuluh tahun krisis ekonomi di tanah air. Karenanya BI akan terus berupaya melakukan dan menjaga stabilitas perekonomian yang telah ada dengan merestruktur kebijakan ekonomi sejak krisis dan dari tahun ke tahun.
(mbr/qom)










































