Kinerja Ekspor Mengesankan, Cadangan Devisa RI Kian Tebal
Kamis, 04 Jan 2007 16:20 WIB
Jakarta - Kinerja ekspor tahun 2006 cukup mengesankan dan hampir menembus US$ 100 miliar, membuat cadangan devisa Indonesia bisa menembus angka US$ 42,586 miliar.Padahal angka tersebut sudah dikurangi dengan pembayaran utang ke IMF yang secara total mencapai US$ 7,6 miliar pada tahun 2006.Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah, kinerja ekspor yang cukup mengesankan itu berdampak positif pada Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang mengalami surplus cukup tinggi."Surplus NPI 2006 yang cukup tinggi tersebut terutama dipengaruhi oleh surplus di neraca transaksi berjalan," ujar Burhanuddin dalam siaran pers hasil Rapat Dewan Gubernur, Kamis (4/1/2007).Selain ekspor migas, ekspor non-migas juga menunjukkan kinerja yang cukup tinggi sejalan kuatnya permintaan dunia dan tingginya harga komoditas di pasar internasional.Kinerja Ekonomi 2006Mengenai kinerja ekonomi sepanjang tahun 2006, Burhanuddin menilai adanya stabilitas makro yang tetap terjaga yang tercermin dari inflasi 6,6 persen dan rupiah yang menguat. "Kegiatan ekonomi yang pada awal 2006 melemah akibat merosotnya daya beli masyarakat pascakenaikan harga BBM Oktober 2005, secara berangsur-angsur tumbuh membaik," ujarnya.Untuk keseluruhan tahun 2006, lanjut Burhanuddin, diperkirakan mencapai 5,5 persen yang terutama ditopang oleh tumbuhnya ekspor dan konsumsi.
(qom/ir)











































