Insentif Merger Minim, Bank Pilih Jual Saham
Sabtu, 06 Jan 2007 14:19 WIB
Jakarta -
Minimnya insentif yang diberikan Bank Indonesia (BI) dalam rangka konsolidasi perbankan 2010, membuat bank-bank kecil lebih suka menjual sahamnya ketimbang melakukan merger."Menyatukan kultur antar bank itu sangat sulit, pemilik bank kecil lebih memilih menjual sahamnya ketimbang bergabung dengan bank lain atau melakukan merger," kata Ekonom dan Analis Pasar Lippo Bank, Winang Budoyo, dalam acara diskusi panel Economic Outlook Indonesia 2007, di Hotel Bumi Karsa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (6/1/2007).Kebijakan kepemilikan bank tunggal atau Single Presence Policy (SPP) yang ditetapkan BI, menurut Winang, belum bisa mendorong perbankan melakukan merger."Ini karena implementasi SPP, tidak semulus yang diperkirakan oleh BI, akibat kegamangan perbankan dalam menjalankan SPP dan kurang menariknya insentif yang diberikan," katanya.Kendala ini, lanjut Winang, harus diantisipasi dan diatasi BI karena akan membuat konsolidasi perbankan menjadi mandek dan penyaluran kredit akan terhambat.
(ir/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































