Jasa Keuangan Non Bank Bisa Sumbang Pembangunan Rp 375 T
Kamis, 11 Jan 2007 14:10 WIB
Jakarta - Industri jasa keuangan di Indonesia masih didominasi oleh perbankan. Perbankan menguasai lebih dari 80 persen aset sistem keuangan pada 2005. Sebenarnya lembaga keuangan non bank (LKNB) dapat menggerakkan tambahan dana sebesar Rp 375 triliun untuk mendukung pembangunan.Demikian seperti dilaporkan Bank Dunia, Membuka Potensi Sumber Daya Keuangan dalam Negeri Indonesia: Peran Lembaga Keuangan Non Bank, yang dirilis hari ini di Kantor Bank Dunia, Gedung BEJ tower 2 lantai 13, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (11/1/2007).Laporan ini ditulis oleh Lead Financial Economist Bank Dunia untuk Indonesia T. Srinivas dan Ketua Bapepam-LK Depkeu Fuad A Rahmany."Sumber keuangan dari lembaga ini sangat penting untuk mengembangkan perekonomian dan sistem keuangan, di dunia internasional telah terbukti sebagai cara yang mantap untuk mendanai pembangunan jangka panjang dan juga meningkatkan akses dan mengurangi risiko jasa keuangan dan memperkuat stabilitas keuangan," papar Srinivas.Laporan ini menunjukkan pemanfaatan jasa LKNB di Indonesia masih kecil. Hanya satu dari 10 orang yang memiliki polis asuransi jiwa, hanya 15 juta orang memiliki program dana pensiun formal, hanya 100 ribu rekening investor ritel dalam negeri di pasar modal dan sekitar 250.000 investor reksa dana. "Perusahaan leasing dan modal ventura belum memainkan peranan penting dalam perekonomian," tuturnya.Wadirut PT Perusahan Pengelola Aset (PPA) Raden Pardede mengatakan laporan ini sangat membantu perkembangan sistem keuangan di Indonesia. "Tapi yang terpenting adalah pekerjaan pemerintah untuk menjalankan rekomendasi yang dibuat dalam laporan tersebut dan memperketat pengawasannya terhadap sektor keuangan di Indonesia," ujarnya.Fuad Rahmany berharap peran LKNB dalam industri jasa keuangan di Indonesia menjadi signifikan sehingga tidak lagi didominasi oleh perbankan.
(ddn/ir)











































