BI Minta Komisaris Lebih Berperan

BI Minta Komisaris Lebih Berperan

- detikFinance
Jumat, 12 Jan 2007 14:14 WIB
Jakarta - Komisaris bank semestinya tak lagi sekedar menjadi aksesoris. Para komisaris itu seharusnya lebih berperan dalam memberikan pengawasan terutama terkait pemberian kredit.Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman Hadad dalam pidatonya saat workshop manajemen risiko di Kantor KNKG, Gedung BEJ, Jumat (12/1/2007)."Seharusnya komisaris tidak boleh lagi menjadi aksesoris saja. Penetapan limit dan standar prosedur pemberian kredit harus diterapkan dengan ketat sehingga tidak hanya berdasarkan persetujuan satu orang saja," jelas Muliaman. Menurut Muliaman, rendahnya pengelolaan risiko dan minimnya pengawasan yang efektif dari komisaris dan direksi perbankan mengenai penerapan manajemen risiko dan tata cara pemberian kredit menjadi salah satu penyebab rendahnya kucuran kredit.Sepanjang tahun 2006, kredit lebih banyak mengucur ke konsumsi. Sementara proses intermediasi ke sektor riil tidak berjalan. Muliaman menambahkan, perbankan harus lebih percaya diri dalam melihat sektor yang berkembang di luar sektor konsumsi. Kurangnya informasi mengenai sektor-sektor industri juga turut menjadi penyebab rendahnya penyerapan kredit sektor riil. "Sejak tahun kemarin, BI sudah menjadi fasilitator dalam mempertemukan berbagai sektor usaha dengan bank yang tertarik untuk memberikan kredit," ujar Muliaman.Menurutnya, informasi mengenai profil usaha sangat penting. Sehingga bank menyadari bahwa sektor usaha tersebut memiliki kesempatan yang bagus.Untuk ke depan, BI akan mengembangkan perannya sebagai fasilitator hingga ke daerah-daerah. "Informasi sangat penting dalam mendorong terjadinya pemberian kredit perbankan," tambahnya. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads