Suara Terpecah
BoJ Pertahankan Suku Bunga
Kamis, 18 Jan 2007 11:45 WIB
Tokyo - Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga benchmark di level 0,25 persen. Namun keputusan itu tidak diambil dengan bulat oleh anggota Dewan BoJ. Seperti dikutip dari AFP, Kamis (18/1/2007), keputusan itu diambil dalam voting 9:3. BoJ pada Juli 2006 membuat gebrakan dengan menaikkan suku bunga, setelah sekian lama menahan suku bunga di level nol persen. Kebijakan moneter ekstra longgar itu diterapkan dalam rangka melawan deflasi yang telah lama membelit Jepang.Gubernur BoJ Toshihiko Fukui telah memperingatkan bahwa kebijakan ekstra longgar yang terlalu lama bisa berbahaya. Fukui menyarankan agar kembali ke kebijakan moneter yang lebih normal.Namun BoJ dalam tekanan pemerintah yang tetap meminta agar tidak ada perubahan yang drastis agar tidak mengganggu pemulihan ekonomi. Menteri kebijakan fiskal dan moneter Hiroko Ota sebelumnya juga mendesak BoJ agar tidak mengutak-atik tingkat suku bunga Jepang untuk saat ini. Sementara Sekjen Partai Liberal Demokratik, Hidenao Nakagawa memerintahkan pemerintah agar mendesak BoJ tidak mengubah suku bunga.Di bawah UU Jepang, pemerintah boleh meminta Dewan Gubernur untuk menunda keputusan kebijakan moneter hingga pertemuan berikutnya. Atas permintaan itu, Dewan Gubernur BoJ selanjutnya melakukan voting.
(qom/ir)











































