Asia Harus Kelola Capital Inflow

Memperingati 10 Tahun Krisis

Asia Harus Kelola Capital Inflow

- detikFinance
Selasa, 23 Jan 2007 10:18 WIB
Tokyo - Pada tahun ini, genap sudah kawasan Asia melewati 10 tahun masa krisis ekonomi. Meski stabilitas sudah dicapai, namun masih ada beberapa hal yang patut dicermati agar kawasan ini tak lagi terjerumus ke jurang krisis itu.Untuk itu, Gubernur Bank Sentral Jepang Toshihiko Fukui menyerukan para pejabat moneter Asia mempererat jalinan kerjasama dalam rangka membatasi dampak derasnya aliran modal yang masuk ke kawasan ini."Untuk meningkatkan kemampuan menyerap guncangan eksternal dari derasnya aliran modal, prioritasnya adalah memperkuat fungsi pada uang dan finansial di kawasan ini," jelas Fukui.Ia menyampaikan hal itu dalam sebuah simposium yang digelar Bank Sentral Jepang dalam rangka memperingati 10 tahun setelah krisis ekonomi Asia di Tokyo, seperti dilansir AFP, Selasa (23/1/2007).Fukui menambahkan, 10 tahun setelah krisis ekonomi, pasar finansial Asia lebih stabil namun tekanannya tetap besar."Dengan globalisasi pasar finansial dunia, aliran modal yang besar akan terus memberi dampak yang besar terhadap perekonomian yang terbuka," tambah Fukui. "Dan ini tentu saja menjadi tugas yang sulit bagi otoritas moneter untuk menjaga stabilitas mata uang, aliran bebas modal dan independensi kebijakan moneter," tambahnya. Sementara Direktur Pelaksana IMF Rodrigo de Rato menambahkan, dalam satu dekade terakhir, integrasi pasar modal dunia telah semakin kuat."Dan hasilnya adalah menguntungkan perdagangan bebas dan aliran modal, namun meningkatkan risiko yang berhubungan dengan rentannya pergerakan aliran modal," ujarnya.Rato juga memuji beberapa negara Asia kini lebih siap, bahkan sudah bergerak untuk membuat mata uangnya lebih fleksibel."Juga memperkuat kerangka kebijakan makro ekonomi. Beberapa negara juga telah membuat cadangan devisa yang kuat sebagai lini pertahanan pertama melawan krisis. Sementara Gubernur Bank Sentral Thailand Tarisa Watanagase menyatakan, kunci bagi pertumbuhan ekonominya adalah dengan mencegah baht menguat terlalu tajam.Seperti diketahui, krisis finansial Asia pada tahun 1997 dipicu oleh anjloknya baht, yang diikuti ambruknya mata uang lainnya. Otoritas moneter di kawasan ini pun terus berupaya untuk membatasi spekulasi yang menjadi sumber utama anjloknya mata uang. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads