Banjir Jakarta
BNI Berpotensi Rugi Rp 2,6 M
Senin, 05 Feb 2007 17:44 WIB
Jakarta - Akibat banjir besar yang melanda Jakarta, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) hingga hari ini berpotensi merugi Rp 2,642 miliar.Potensi kerugian terdiri dari kerugian material dan potensi hilangnya pendapatan (opportunity loss) akibat terendamnya beberapa outlet kantor cabang dan ATM serta gangguan telekomunikasi serta listrik.Kerugian akibat rusaknya outlet dan mesin yang terendam sampai hari ini diperkirakan Rp 2,157 miliar. Pendapatan BNI juga berpotensi hilang sebesar Rp 485 juta."Nilai potensi kerugian tidak material terhadap keseluruhan bisnis BNI," kata Sekretaris Perusahaan BNI Intan Abdams ketika dihubungi detikFinance, Senin (5/2/2007).Intan mengatakan akibat banjir yang melanda Jakarta sebanyak 6 kantor cabang BNI masih tidak bisa beroperasi karena terendam banjir. 30 kantor lainnya tidak beroperasi karena gangguan telekomunikasi dan listrik.Cabang yang tidak beroperasi adalah cabang Trisakti, Tanah Abang, Kalideres, Cakung, Gunung Sahari dan Green Garden. Sementara ATM yang terganggu sebanyak 117 unit dengan rincian 13 ATM terendam dan sisanya offline karena gangguan listrik dan telekomunikasi.BNI belum dapat memastikan kapan layanannya yang terganggu bisa dinormalkan kembali. Saat ini BNI tengah berusaha mencari alternatif sambungan telekomunikasi melalui satelit. "Kami usahakan, secepatnya semakin baik," ujarnya.
(ard/ddn)











































