Bank Niaga Incar Pasar Wali Amanat

Bank Niaga Incar Pasar Wali Amanat

- detikFinance
Rabu, 07 Feb 2007 09:35 WIB
Jakarta - PT Bank Niaga Tbk meningkatkan sistem kerja untuk jasa wali amanatnya yang diharapkan berimbas pada perluasan pangsa pasarnya di sektor ini.Bank Niaga meningkatkan otomasi sistem kerja untuk jasa wali amanat dengan mengembangkan sistem baru Niaga-TAS (Niaga Trustee and Agency System)."Sistem yang lebih aman, kuat dan canggih ini diperlukan mengingat semakin meningkatnya portofolio wali amanat Bank Niaga yang memiliki pangsa pasar sekitar 23,9 persen dari total obligasi yang tercatat di Bursa Efek Surabaya (BES) pada tahun 2006," kata Agus Susanto, Securities Services Group Head Bank Niaga, dalam siaran pers Rabu (7/2/2007). Agus menjelaskan, dengan Niaga TAS, semua input data akan terintegrasi dan secara otomatis dimasukkan ke dalam laporan yang disajikan secara periodik kepada pihak-pihak yang memerlukan. "Hal ini merupakan upaya kami untuk terus meningkatkan sistem kerja dan data guna memenuhi kepuasan pemegang obligasi dan emiten atas kecepatan pemberian informasi. Diharapkan dengan Niaga TAS, informasi dan pelaporan menjadi lebih sempurna (zero mistake) dan tepat waktu," papar Agus.Bank Niaga merupakan bank swasta pertama yang memperoleh izin melaksanakan kegiatan perwaliamanatan pada tahun 1990 dari Menteri Keuangan. Sampai saat ini, Bank Niaga telah mewaliamanati 75 obligasi yang terdaftar di pasar modal termasuk menangani instrumen surat utang di luar bursa (non listed debt instrument). Beberapa emiten yang tercatat diwaliamanati Bank Niaga antara lain PT PLN (persero), PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Bank Permata Tbk. Sebagai bank terbesar ketujuh di Indonesia dari sisi aset, Bank Niaga terus melakukan ekspansi usaha dengan menambah jumlah cabangnya menjadi 240 cabang hingga akhir tahun 2006, yang terdiri dari 233 cabang konvensional dan 7 cabang syariah. Sedangkan jumlah ATM dan Self Service Terminal (SST) bertambah menjadi masing-masing 397 ATM dan 204 SST per 31 Desember 2006. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads