Tanker Didanai Malaysia
Wapres Sindir Bank-bank BUMN
Kamis, 08 Feb 2007 13:27 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla menyindir bank-bank BUMN yang tak mau mendanai Pertamina membuat kapal tanker. Menurut Wapres, bank-bank BUMN tak mau melakukan usaha seperti yang dilakukan bank-bank Malaysia.Kritikan itu disampaikan Wapres saat penandatanganan revitalisasi industri perkapalan nasional di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (8/2/2007).Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Dirut Pertamina Ari Soemarno, Menneg BUMN Sugiharto, Dirut PT Dok dan Perkapalan Kodja dan Dirut PT Dok dan Perkapalan Surabaya, Dirut BNI Sigit Pramono dan Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo.Pertamina memesan 3 kapal yakni 2 unit ke PT Dok dan Perkapalan Kodja serta 1 unit ke PT Dok dan Perkapalan Bahari. Total dana untuk pembuatan kapal tanker itu mencapai US$ US$ 81.820.000, dan didanai oleh PT Destini Marine Indonesia. Menurut Dirut Destini, Chairul Anhar, sumber dana untuk pembuatan kapal tanker itu berasal dari konsorsium bank di Malaysia dan dari Timur Tengah. Namun Chairul tidak menyebutkan rinciannya. "Terima kasih kepada teman-teman di Malaysia yang mau membiayai ini. Karena bank-bank dalam negeri tidak mau bekerja seperti itu. Masa ada satu negara yang risikonya ditanggung negara lain. Negara apa kita ini ingin maju tapi risikonya ditanggung negara lain. Ini pelajaran bagi kita semua," ketus Wapres.Ia berharap pembuatan 3 kapal tanker ini bisa menggerakkan kembali industri kapal di Indonesia. "Industri kapal tetap punya potensi untuk tumbuh dalam beberapa tahun mendatang. Peluang ini bisa dimanfaatkan oleh industri kapal dalam negeri untuk meningkatkan daya saing," pesan Wapres.
(qom/ir)











































