BI Teruskan Tender Cetak Uang Pecahan 2.000
Selasa, 20 Feb 2007 11:40 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) diketahui tetap meneruskan rencana penerbitan uang kertas baru pecahan Rp 2.000 dan Rp 20.000 bergambar Pangeran Antasari dengan menggunakan perusahaan dari luar negeri.Pada Senin 19 Februari 2007, menurut informasi yang diperolah detikFinance, BI mengumpulkan peserta tender diantaranya adalah Crane, Delarue, Oberture dan G&D dalam pertemuan yang mereka namakan Administration and Technical Review Meeting. Pertemuan digelar di Gedung C lantai 7 Direktorat Pengedaran Uang yang mengahasilkan beberapa keputusan. Diantaranya adalah mengundurkan jadwal delivery yang seharusnya Februari 2007 sampai Desember 2007 menjadi Agustus 2007 sampai Mei 2008. Selain itu juga meminta agar peserta tender memasukkan harga pada tanggal 26 Februari yang maju dua hari dari jadwal semula tanggal 28 Februari.Ketua Komisi XI DPR Awal Kusumah dalam pernyataannya, Selasa (20/2/2007) mengaku kecewa terhadap sikap BI yang meneruskan tender tersebut tanpa melibatkan perusahaan lokal.Sementara Kantor Kementrian BUMN juga telah melayangkan surat keberatan tanggal 14 Desember 2006 dan 7 Februari 2007. Suratnya menegaskan, jika BI akan mencetak uang di luar negeri maka marus berkoordinasi dulu dengan kementerian BUMN, itupun bila Perum Peruri tidak mampu. Sedangkan Perum Peruri melalui suratnya kepada Menteri BUMN tanggal 19 Oktober 2006 menyatakan Peruri siap mencetak uang kertas untuk tahun anggaran (TA) 2007 sejumlah 6,6 miliar bilyet.Dalam PP 32/2006 pasal 3 ayat 1 disebutkan bahwa badan usaha yang diberi tugas melaksanakan pencetakan uang rupiah RI untuk memenuhi permintaan Bank Indonesia adalah Perum Peruri.Hingga kini pihak BI tidak pernah memberikan pernyataan soal tender tersebut. Pejabat BI yang dihubungi detikFinance pun belum ada yang mau berkomentar.
(ir/qom)











































