BI Tetap Pakai Perusahaan Percetakan Uang Asing
Senin, 26 Feb 2007 13:13 WIB
Jakarta - Meski banyak menuai protes, Bank Indonesia (BI) memutuskan tetap menggunakan perusahaan percetakan uang asing untuk kebutuhan uang kertas tahun 2007 di luar Perum Peruri.BI menilai Peruri tidak mampu mencetak seluruh kebutuhan uang kertas 2007 yang mencapai 6,6 miliar bilyet karena kemampuan kapasitas cetaknya hanya 5,5 miliar bilyet.Sisanya sebesar 1,1 miliar atau 16,7 persen akan dicetak oleh perusahaan asing yang mengikuti tender di BI."Nah, untuk 2007 ini, terpaksa harus seperti itu. Kita tender 1,1 miliar bilyet ke luar," kata Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/2/2007).Burhanuddin menjelaskan, jika Peruri memiliki kesanggupan memenuhi kebutuhan cetak uang kertas tahun 2007 sebanyak 6,6 miliar bilyet, tentunya BI akan mengorder seluruhnya ke Peruri.Upaya pencetakan uang di luar Peruri itu, lanjut Burhanuddin, untuk menjalankan mandat yang dibebankan kepada BI yakni menjaga stabilitas moneter, sistem keuangan dan meng-upgrade sistem pembayaran."Ya itu akan salah satunya adalah mengenai persediaan uang tunai," katanya.Tender uang yang dilakukan BI untuk perusahaan asing adalah untuk penerbitan uang kertas baru pecahan Rp 2.000 dan Rp 20.000 bergambar Pangeran Antasari.Pada Senin 19 Februari 2007, menurut informasi yang diperolah detikFinance, BI mengumpulkan peserta tender diantaranya adalah Crane, Delarue, Oberture dan G&D.
(ir/qom)











































