Membengkaknya Dana di SBI Harus Diwaspadai

Membengkaknya Dana di SBI Harus Diwaspadai

- detikFinance
Selasa, 27 Feb 2007 15:27 WIB
Jakarta - Penempatan dana Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang diyakini bakal menembus Rp 300 triliun ternyata membuat perbankan ngeper. Perbankan nasional meminta semua pihak mewaspadai hal ini.Hal tersebut disampaikan Dirut Bank BNI Sigit Pramono, saat memberikan ceramah mengenai perbankan dan perekonomian Indonesia: Perkembangan dan Prospek di depan Staf Ditjen Amerika dan Eropa Deplu, di ruang Nusantara Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta, Selasa (27/2/2007)."Ini harus diwaspadai oleh Bank Indonesia (BI), perbankan dan pemerintah untuk segera mengurai persoalan yang ada, dengan mendorong proyek-proyek padat karya utuk terus dilakukan," ujarnya.Sebelumnya Gubernur BI Burhanuddin Abdullah meyakini penempatan dana di SBI bakal segera tembus Rp 300 triliun. Peningkatan tersebut disebabkan oleh masih belum baiknya kondisi perekonomian di sektor rill.Sigit menawarkan beberapa solusi supaya bank tidak lagi menyimpan dananya di SBI. Yang pertama BI harus menurunkan suku bunga Bi rate, untuk mengurangi daya tarik SBI."Menurut tim internal ekonomi kami, jika inflasi 2007 diproyeksikan 7 persen maka laju penurunan SBI 3 bulan yang tercermin oleh BI rate akan berhenti pada 8,75 persen," ujarnya.Jika itu tercapai maka akan memudahkan fungsi transmisi perbankan karena cost of fund menurun sehingga suku bunga kredit yang akhirnya memacu pertumbuhan kredit.Solusi kedua bank-bank BUMN harus terus berperan mengabil inisiatif sebagai pionir untuk mendorong sektor riil. Terutama pada proyek infrastruktur dan proyek padat karya yang prospektif. Pemerintah harus mulai kembali pada pembangunan padat karya. "Hal ini cukup mendesak," tuturnya. (ddn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads