Meski Bunga Lebih Kecil, SBI Dipilih Karena Aman
Selasa, 27 Feb 2007 15:44 WIB
Jakarta - Meskipun lebih suka menyimpan dana dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), namun kalangan perbankan mengakui bahwa sebenarnya menyalurkan dana ke kredit lebih menguntungkan.Hal tersebut diakui Dirut PT Bank Negara Indonesia Sigit Pramono usai diskusi mengenai perbankan, di ruang Nusantara, Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta, Selasa (27/2/2007)."Dari segi bunga sebenarnya kredit itu paling menguntungkan dibanding SBI," ujarnya pendek.Namun karena SBI lebih aman ketimbang sektor riil yang sering macet, akhirnya perbankan mau tak mau menyimpan dana berlebih di SBI. Sigit mencatat pada tahun 2006, semua kelompok bank mengalami perlambatan ekspansi kredit. BNI sendiri menargetkan pertumbuhan kredit tahun 2007 sebesar 20 persen.Persaingan dalam memberikan kredit di perbankan sendiri sangat ketat dan kompetitif. "Tapi suasana sangat ketat dan kompetitif sehingga kami harus bersaing dengan bank asing dalam hal suku bunga kredit," ujarnya.LDR Naik Pesat Pasca KrisisDi sisi lain pertumbuhan loan to deposit ratio (LDR) tahun 2006 sudah mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya setelah krisis ekonomi 1998. Namun hal itu belum cukup, masih perlu pembenahan di semua sektor. "Saya akui LDR perbankan nasional yang 61 persen di tahun 2006 masih banyak masalah," ujarnya.Pertumbuhan LDR tahun 2006 sudah jauh meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya pasca krisis ekonomi tahun 1998. "LDR di 1998 adalah 30 persen di tahun 2000, 37 persen dan sekarang makin lama makin meningkat menjadi 61 persen," ujarnya.
(ddn/qom)











































