Bank Bumiputera Petik Laba
Kamis, 01 Mar 2007 15:10 WIB
Jakarta - PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk akhirnya bisa meraih laba bersih tahun 2006 sebesar Rp 7,92 miliar, setelah tahun 2005 yang merugi Rp 48,1 miliar.Kenikan laba bersih tersebut akibat meningkatnya pendapatan bunga bersih sebesar 42,36 persen menjadi Rp 241,08 miliar dibanding 2005 sebesar Rp 169,35 miliar."Tahun lalu kami mencatat rugi bersih karena adanya pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP) dalam rangka menerapkan aturan BI," kata Direktur Keuangan Bank Bumiputera, Muniandy Krishnan, dalam jumpa pers di Financial Club, Gedung Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (1/3/2007). Total kredit hingga Desember 2006 yang disalurkan Bank Bumiputera sebesar Rp 4,072 triliun atau tumbuh 29,97 persen dibanding tahun 2005 sebesar Rp 3,133 triliun.Kredit tersebut sebanyak Rp 2,5 triliun disalurkan ke konsumer, khususnya kredit pemeilikan kendaraan dan kredit pemilikan rumah. Sisanya sebesar Rp 1,07 triliun disalurkan ke sektor komersial serta sektor menengah dan kecil Rp 438 miliar.Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 19,84 persen menjadi Rp 4,658 triliun dibanding 2005 sebesar Rp 3,887 triliun. Sebanyak 77 persen DPK merupakan dana mahal dalam bentuk deposito. Sisanya dari tabungan dan giro. Bank Bumiputera akan mengurangi dana mahal untuk tahun kedepannya."Untuk tahun ini kami berencana menurunkan porsi dana mahal menjadi 70 persen. Ke depannya akan berkurang secara bertahap," kata Muniandy.Rasio kredit bermasalah (NPL) netto turun tipis dari 4,89 persen menjadi 4,74 persen. Rasio kecukupan modal (CAR) naik menjadi 12,91 persen dari sebelumnya 10,37 persen dan LDR sebesar 87,42 persen."Peningkatan CAR akibat penambahan modal disetor sebesar Rp 300 miliar pada Januari 2006 yang berasal dari pemegang saham," kata Muniandy.Tahun ini Bank Bumiputera menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 25 persen dibanding 2006, dan lebih banyak disalurkan ke sektor konsumer.Total aset Bank Bumiputera tahun 2006 sebesar Rp 5,41 triliun naik dibanding tahun 2005 sebesar Rp 4,31 triliun.Pemegang saham Bank Bumiputera adalah investor dari Malysia yakni Tun Abdul Daim bin Haji Zainudin sebesar 67,07 persen, AJB Bumiputera 5,98 persen, publik 26,95 persen.
(ir/qom)











































