BI Rate Berpeluang Turun Lagi
Selasa, 06 Mar 2007 15:10 WIB
Jakarta -
Suku bunga patokan BI Rate yang kini sebesar 9 persen, berpeluang turun lagi. Syaratnya, suku bunga internasional tidak lagi mengalami kenaikan yang tajam."BI akan hati-hati. Kalau internasional rate tidak naik secara tajam, itu akan memberi ruangan BI Rate untuk turun," ujar Menkeu Sri Mulyani di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (6/2/2007).Sri Mulyani menambahkan, penurunan BI Rate dilakukan setelah BI melihat kondisi inflasi secara nasional. Pemerintah mengharapkan inflasi tahun ini akan berada di level 6 persen. "Kita juga melihat faktor jumlah likuiditas dalam perekonomian cukup atau tidak untuk memfasilitasi kegiatan ekonomi, kemudian akan dilihat juga ekspektasi dari pelaku ekonomi terhadap inflasi. Kalau prospek BI-nya turun, berarti ruang masih ada. Dilihat juga situasi globalnya, apakah masih volatile atau tidak," jelasnya.Direktur Perencanaan Strategis dan Humas BI Budi Mulya mengatakan, penurunan BI Rate memungkinkan jika kondisi makro ekonomi mendukung. "Tapi kita masih akan lihat," ujarnya.Dalam Rapat Dewan Gubernur BI hari ini, diputuskan BI Rate turun 25 basis poin menjadi 9 persen. Keputusan itu diambil setelah melihat perkembangan ekonomi dan keuangan terkini."Pengambilan keputusan didasarkan pada prinsip kehati-hatian dan kosistenai arah kebijakan moneter yang ditempuh BI," ujar Gubernur BI dalam pernyataannya.BI menilai stabilitas makro ekonomi masih terkendali. Sementara nilai tukar rupiah meski sempat melemah, namun selama Februari tetap stabul dengan volatilitas yang turun. Hal tersebut ditopang oleh membaiknya kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI), terjaganya faktor risiko dan masih menariknya imbal hasil rupiah.
(qom/ir)










































