Peruri Ingin Damai dengan BI

Peruri Ingin Damai dengan BI

- detikFinance
Rabu, 07 Mar 2007 15:15 WIB
Karawang - Perum Peruri tidak ingin lagi ada kontroversi berkaitan dengan rencana BI mencetak uang di luar negeri. Peruri mengaku ingin berdamai dengan BI yang merupakan salah satu klien terbesarnya."Hubungan kita baik-baik saja sejak Oktober hingga Desember 2006, sebelum ada pemberitaan di koran mengenai adanya kesalahpahaman pencetakan uang," kata Menurut Direktur Produksi Uang Perum Peruri Abubakar Baay.Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di kantor Peruri, Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/3/2007).Abubakar mengaku Peruri tidak menginginkan kontoversi dengan BI yang merupakan klien utamanya. "Pendapatan terbesar Peruri adalah dari pencetakan uang yang merupakan order dari BI. Jadi kita tidak pernah menantang BI dalam hal kapasitas kita mencetak uang," jelasnya.Sebelumnya, Gubernur BI Burhanuddin mengungkapkan rencananya untuk mencetak uang di luar negeri. Hal itu dikarenakan kapasitas Peruri tidak mencukupi. Dari rencana mencatak 6,6 miliar bilyet uang, kapasitas Peruri hanya memungkinkan sebanyak 5,5 miliar bilyet.Abubakar menjelaskan, pada tahun 2006, Peruri membuat surat ke BI yang menyatakan kesanggupan Peruri mencetak 5,5 miliar bilyet uang sesuai pesanan BI kala itu. Tetapi ternyata ada perubahan, yakni BI ingin mencetak 6,6 miliar bilyet. "Jadi kita juga ada penambahan kapasitas dan juga penyesuaian mesin," jelasnya. Sesuai dengan order BI tersebut, Peruri kembali mengirim surat ke BI pada 19 Oktober 2006 yang menyatakan bahwa Peruri kembali menyanggupi order BI sebanyak 6,6 miliar bilyet. Karena itu di tahun 2007 akan menambah mesin baru sehingga kapasitasnya bertambah dan order BI dapat tercapai.Namun menurut Abubakar, BI belum memutuskan apakah akan tetap menggunakan Peruri atau mencetak uang di luar negeri untuk 1,1 miliar bilyet sisanya."Kita belum tahu, tapi kalau BI berubah pikiran dan memberikan order tersebut ke Peruri, syukur syukur deh. Pokoknya kita tidak mau konfrontasi dengan BI karena mereka pelanggan utama," tandasnya. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads