Peruri Pilih Mesin Cetak Swiss Karena Mengejar Waktu

Peruri Pilih Mesin Cetak Swiss Karena Mengejar Waktu

- detikFinance
Rabu, 07 Mar 2007 17:12 WIB
Karawang - Perum Peruri akhirnya memilih membeli mesin cetak dari KBA Giori Swiss karena pertimbangan waktu. Peruri butuh mesin yang bisa didatangkan dengan cepat karena ingin segera memenuhi order dari BI.Hal tersebut disampaikan Direktur Produksi Uang Perum Peruri Abubakar Baay dalam konferensi pers dikantornya, Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/3/2007)."Jika kita pesan ke Giori, sudah akan sampai bulan April dan Juni sudah mulai beroperasi. Sedangkan jika kita beli ke Komuri, waktu pengirimannya 14 bulan, berarti baru ada 2008, sedangkan kita harus mencetak uang order BI sebanyak 6,6 miliar bilyet di 2007," jelasnya. Sebelumnya dalam dokumen surat yang beredar di kalangan anggota Komisi XI DPR RI disebutkan bahwa Komori meminta perhatian Meneg BUMN atas prosedur pengadaan mesin cetak uang yang dilakukan oleh Perum Peruri. Komori menilai pengadaan tersebut tidak adil. Pemilihan Komori juga dipermasalahkan karena harganya diduga lebih mahal.Namun menurut Abubakar, faktor harga merupakan pertimbangan kedua meskipun harga mesin Giori lebih mahal 70 persen dari harga mesin Komori. "Kami tidak mau ambil resiko karena kita harus menyelesaikan order dari BI," ujarnya. Abubakar menambahkan, sebelum membeli membeli mesin cetak dari KBA Giori Swiss, Peruri sudah mencari referensi dari berbagai negara. "Kami sebelum membeli mesin cetak, telah meninjau ke beberapa negara yang memakai mesin cetak Komuri Jepang," ujarnya. Beberapa negara juga mengaku tidak puas dengan meskin cetak dari Jepang, Komori. "Saat kita tanyakan apakah mereka akan membeli lagi mesin Komori, mereka menjawab tidak. Jadi mereka tidak mau menambah mesin seperti itu lagi dan hal ini menjadi referensi kita," ujarnya. Masalah kompabilitas pun jadi pertimbangan. Abubakar mengatakan, mesin Giori lebih bagus dibandingkan dengan Komori. Abubakar juga menambahkan bahwa hal-hal tadi menjadi pertimbangan perseroan untuk melakukan penunjukkan langsung mengenai pengadaan dua mesin cetak baru ini semenjak tahun 2006. "Kita tidak melakukan tender dan hal ini berdasarkan referensi dari negara lain," imbuhnya. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads